Batu Ampar Kepahiang Bengkulu Juara 3 Nasional Lomba Desa Pangan Aman Nasional

0
46

RedaksiBengkulu.com, KEPAHIANG – Pasca verifikasi faktual pada Selasa 8 Juni 2021 lalu yang dilakukan oleh tim BPOM bekerjasama dengan lintas kementerian, akhirnya Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu hadir sebagai Juara Ketiga Tingkat Nasional Lomba Desa Pangan Aman. Desa Batu Ampar ini merupakan satu-satunya desa yang mewakili Provinsi Bengkulu yang sebelumnya masuk nominasi 7 besar Lomba Desa Pangan Aman Nasional 2020.

(Foto : Screenshoot video Youtube Badan POM RI)

Informasi pengumuman pemenang lomba diperoleh beberapa hari sebelum seremoni penyerahan penghargaan yang dilakukan secara resmi di Hotel Sangrila, Jakarta pada Selasa 22 Juni 2021. Penyerahan penghargaan ini bertepatan pula dengan program Launching Dukungan BPOM untuk UMKM Pangan Menuju Indonesia Spice Up yang bertepatan pula dengan peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day) 2021.

Sementara itu, peringkat kedua pada Lomba Desa Pangan Aman Nasional ini adalah Desa Bukit Intan Makmur Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau. Dan peringkat pertamanya diperoleh Desa Panggungharjo Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

 

Verifikasi Faktual BPOM

Ketika masuk nominasi 7 besar, tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) RI bersama dengan tim verifikasi dari lintas kementerian melaksanakan verifikasi faktual di Batu Ampar pada Selasa 8 Juni 2021 lalu. Tujuannya untuk melihat kesesuaian antara dokumen proposal dan kondisi real di lapangan.

Dilansir Batuampar.id, tim verifikator dipimpin oleh Anita Nur Aini, S.Si, Apt, M.Si serta perwakilan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Utari R. Verifikasi diawali dengan verifikasi administrasi. Dalam hal ini tim memerifikasi dokumen asli di kantor desa terhadap pemerintah desa, tim keamanan pangan desa, kader kesehatan dan kader Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD). Selanjutnya tim memerifikasi produk olahan yang memiliki izin IRTP (Industri Rumah Tangga Pangan), ritel/warung, kantin sekolah, rumah tangga dan penjual makanan olahan.

Kepala Balai POM Bengkulu, Drs. Syafrudin mengatakan, terpilihnya Desa Batu Ampar sebagai nominator 7 besar nasional merupakan indikator keberhasilan terhadap intervensi yang dilakukan BPOM Bengkulu. Ia berharap dari kegiatan ini desa dapat terus meningkatkan gerakan pangan aman demi mewujudkan masyarakat sehat yang berkelanjutan.

Bupati Kepahiang Ir. Hidayattullah Sjahid dalam pidatonya saat menghadiri acara pembukaan di Balai Desa Batu Ampar mengatakan, ia sangat mengapresiasi Desa Batu Ampar atas keberhasilannya menjadi nominator 7 besar nasional mewakili Provinsi Bengkulu pada Lomba Desa Pangan Aman ini. Hidayat juga berterimakasih kepada BPOM Bengkulu yang telah mengintervensi desa untuk memberikan edukasi dan pemberdayaan terhadap masyarakat desa dalam melakukan pengelolaan pangan aman sehingga aman untuk dikonsumsi.

Desa Batu Ampar ini juga, lanjutnya, salah satu desa yang sedang bergerak terus untuk menuju desa wisata dengan konsep ekowisata. Salah satu upaya yang dikembangkan dalam menunjang desa wisata dengan memunculkan kuliner khas lokal.

“Yang jadi primadona kuliner khas di Desa Batu Ampar ini Peyek Daun kopi, Stick Unji, Stick Rebung. Dan ini penting untuk dijaga standar sehatnya. Baik dari bahan maupun pengelolaannya sehingga aman bagi konsumen. Khususnya bagi tamu yang berkunjung di desa ini”, kata Hidayat.

Hidayat  berharap Desa Batu Ampar menjadi pemenang pada lomba Desa Pangan Aman ini. Sehingga Desa Batu Ampar menjadi trigger bagi desa-desa lain khususnya di Kepahiang.

Berita terkait : Batu Ampar Kepahiang Masuk Nominasi Lomba Pangan Aman Nasional

Sementara itu, Kepala Desa Batu Ampar Harwan Iskandar mengucapkan terimakasih kepada BPOM Bengkulu yang telah melakukan intervensi terhadap Desa Batu Ampar. Dengan begitu, desanya menjadi tahu dan paham tentang pangan yang aman untuk dikonsumsi. Baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk berbagai produk yang ada di desa yang diperjualbelikan kepada konsumen. Terimakasih juga disampaikan kepada Pemkab Kepahiang dan Pemprov Bengkulu yang telah memberikan dukungan terhadap desanya sehingga bisa masuk nominasi nasional mewakili Provinsi Bengkulu.

“Ucapan terimakasih diperuntukkan khusus bagi kader Gerakan Keamanan Pangan Desa, perangkat desa, kader kesehatan dan seluruh masyarakat desa. Melalui intervensi BPOM Bengkulu dan dukungan pemerintah daerah, kami di desa ini, kini menjadi sadar akan pengetahuan untuk mewujudkan pangan aman”, sambung Harwan.

Ada beberapa produk desa melalui intervensi BPOM, lanjut Harwan, yang kini telah diterbitkan 6 IRTP dan 4 IRTP baru yang dilakukan secara mandiri. Diantaranya IRTP Peyek Daun Kopi, Stick Unji, Stick Rebung, Kopi Robusta dan kuliner lainnya.

“Harapan kami, ke depan Desa Batu Ampar dapat terus mengembangkan produk-produk desa demi meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dan menunjang program desa terkait wisata”, demikian Harwan.

Di sisi lain, pada acara pembukaan verifikasi faktual kala itu hadir juga Kepala Loka POM Rejang Lebong Drs. Sasra, Camat Merigi Aji Abdullah dan Kepala Puskesmas Durian Depun H Mutohari.

Ketujuh desa yang masuk nominasi Lomba Pangan Aman Desa ini diantaranya, Desa Merarai Satu, Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Desa Tamboo Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.

Lalu ada Desa Desa Lantan Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selanjutnya ada Desa Panggungharjo Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Desa Bukit Intan Makmur Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau. Dan Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here