Batu Ampar Kepahiang Masuk Nominasi Lomba Pangan Aman Nasional

1
45
Kader GKPD Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang berfoto di MIS 02 Kepahiang. [Sumber Foto : Screenshoot video Youtube BatuAmpar Channel]

RedaksiBengkulu.com, KEPAHIANG – Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, menjadi satu-satunya desa yang mewakili Provinsi Bengkulu yang masuk nominasi 7 besar Lomba Desa Pangan Aman Nasional 2020. Di pulau Sumatera, selain Desa Batu Ampar yang masuk nominasi, ada Desa Bukit Intan Makmur Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau.

Lomba yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) RI ini, pada saat ini sedang melaksanakan tahapan verifikasi faktual terhadap desa-desa yang masuk nominasi. Selanjutnya, bagi desa yang sudah diverifikasi faktual di lapangan dan diakumulasikan, maka nilai tertinggi akan diumumkan pihak penyelenggara.  Jika tidak ada halangan, pengumuman pemenang lomba akan diselenggarakan pada puncak kegiatan World Food Safety Day, Juni 2021 ini.

Tim penilai bukan hanya dari BBPOM RI . Namun ada juga dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Kementerian Desa dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, serta Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Para tim juga telah melaksanakan penilaian dokumen Lomba Desa Pangan Aman sejak April 2021. Namun poin hasil penilaian dokumen pada bulan lalu itu belum merupakan nilai akhir. Karena tim saat ini masih akan memerifikasi ketujuh desa yang masuk nominasi.

Dilansir tribunpekanbaruwiki.tribunnews.com ketujuh desa yang masuk nominasi Lomba Pangan Aman Desa ini diantaranya, Desa Merarai Satu, Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Desa Tamboo Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.

Lalu ada Desa Desa Lantan Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selanjutnya ada Desa Panggungharjo Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Desa Bukit Intan Makmur Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau. Dan Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

 

Apresiasi dari Gubernur Bengkulu dan Bupati Kepahiang

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengapresiasi kinerja BPOM Provinsi Bengkulu yang bersinergi dengan Pemprov Bengkulu untuk mewujudkan keamanan pangan di wilayah Provinsi Bengkulu.  Salah satunya di Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang. Desa ini, kata gubernur, memiliki keunggulan di banyak sektor. Bukan hanya di sektor pangan, namun juga di sektor pariwisata. Karena Desa Batu Ampar adalah desa wisata yang sangat potensial dan ramah lingkungan.

“Kami sangat mendukung agar Desa Batu Ampar dapat menjadi pemenang dengan segala keunggulan yang dimiliki dalam rangka Gerakan Keamanan Pangan Desa untuk mewujudkan Keamanan Pangan Nasional. Maju terus BPOM Bengkulu. Sukses dan Berjaya buat Desa Batu Ampar untuk mewujudkan Keamanan Pangan Nasional”,  jelas gubernur dalam tayangan video pendek berdurasi lebih kurang 1 menit. 

Tonton videonya di bawah ini :

 

Terpisah, Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid mengungkapkan, Pemkab Kepahiang mendorong Desa Batu Ampar sebagai salah satu peserta yang diajukan untuk mengikuti Lomba Desa Pangan Aman tingkat nasional.  Pemkab Kepahiang juga telah membina para kepala desa untuk bersama-sama memperhatikan persoalan desa pangan aman ini.

“Semoga upaya ini mendapatkan dukungan semua pihak sehingga menjadi pelajaran bagi desa-desa yang lain”, harap bupati yang penjelasannya di tayangankan video pendek juga.

 

Sementara itu, dikonfirmasi, Kepala Desa Batu Ampar Harwan Iskandar mengucapkan puji syukur atas nikmat dan anugerah yang diberikan oleh-Nya kepada masyarakat dan desanya. Merupakan kabar baik jika desanya masuk dalam nominasi 7 besar Lomba Pangan Aman Nasional. Namun perihal ini bukan akhir dari tujuan terkait Keamanan Pangan Desa.

“Berharap dari masuk nominasi tujuh besar ini semoga bisa berada di posisi lebih baik lagi setelah (penilaian akhir nantinya) ini. Namun terlepas dari di posisi berapa nantinya Desa Batu Ampar di kegiatan ini, yang terpenting adalah upaya keberlanjutan dalam mewujudkan pangan aman desa. Dan bukan hanya di desa kami, tapi bagi desa lain juga”, kata Harwan ketika ditemui di rumahnya, Kamis, 3 Juni 2021.

Ucapan terimakasih sebesar-besarnya tak lupa kades haturkan terutama kepada para Kader Keamanan Pangan Desanya yang telah berkomitmen, bekerjasama dan bekerja keras untuk mewujudkan kemanan pangan terkhusus di desanya. Ucapan terima kasih juga kepada para pihak seperti pihak posyandu, puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, BPOM Perwakilan Rejang Lebong maupun BPOM Bengkulu dan yang telah bersinergi dan mendukung upaya pangan aman di desa, khususnya di Desa Batu Ampar.

“Insyaallah, jika tidak ada halangan, tim verifikasi faktual akan mendatangi desa kami pada Selasa, 8 Juni 2021 mendatang”, demikian Harwan.

 

Ikut Bimtek, Bentuk dan Perkuat Kader, Lalu Pengimplementasian ke Masyarakat

Jauh sebelumnya, seperti yang sudah diinfokan pihak desa melalui website desanya batuampar.id, Desa Batu Ampar mulai mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan yang dilaksanakan oleh BPOM Bengkulu pada Selasa 30 Juni 2020 lalu, di Aula Diknas Kabupaten Kepahiang. Bimtek itu berkaitan dengan akan dijadikannya Desa Batu Ampar sebagai salah satu desa sasaran program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) oleh BPOM Bengkulu. Dari inilah, BPOM mengembangkan program aksi nasional Keamanan Pangan Desa. Bimtek waktu itu diikuti 15 orang yang merupakan perwakilan dari Kader Keluarga 5 orang, Kader Sekolah 5 orang dan Kader Masyarakat 5 orang.

Pasca Bimtek, Kader GKPD Desa Batu Ampar menggelar Bimtek kepada komunitas di desanya pada Jumat, 3 Juli 2020, di gedung Madrasah Ibtidiyah Swasta (MIS) 02 Batu Ampar. Bimtek itu dilakukan kepada 50 orang yang terdiri dari beberapa komunitas. Mulai dari komunitas ibu rumah tangga, komunitas sekolah, komunitas remaja, komunitas pangan olahan dan pelaku usaha.

Dengan adanya program ini, kades berharap, seluruh masyarakat desanya mendapat pengetahuan yang pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat desa yang sehat. Desa Batu Ampar juga akan terus meminta dukungan kepada BPOM Bengkulu dan para pihak terkait untuk melakukan penguatan baik kepada pemerintah desa, kader dan masyarakat.

Tindaklanjut dari Bimtek terhadap beberapa komunitas di desa, pada Selasa 14 Juli 2020 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang memfasilitasi implementasi kepada beberapa komunitas. Fasilitasi itu dilaksanakan oleh  Echa Novivin, Keke Utari, Nurlaili dan didampingi Kader Pangan Desa. Dihadiri juga Pendamping Desa, Rizon dan Maryanto.

Nurlaili mengatakan, kegiatan fasilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagi semua. Baik konsumen maupun pelaku usaha atau produsen (pelaku usaha siap saji dan pangan olahan di desa) akan pentingnya keamanan pangan bagi kesehatan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, bahwa GKPD ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat desa di bidang keamanan pangan. Mendorong kemandirian masyarakat desa melakukan pengawasan keamanan dan pangan yang beredar. Menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan. Serta memperkuat ekonomi desa melalui pembinaan pelaku usaha di desa dalam memproduksi produk pangan unggulan desa.

 

BPOM Bengkulu Fasilitasi GKPD di 2 Desa di Kepahiang

Di sisi lain, diinfokan bengkulu.pom.go.id dalam rangka mensukseskan kegiatan keamanan pangan GKPD di Desa Batu Ampar dan Desa Sukasari Kabupaten Kepahiang waktu itu, para kader telah dilatih melakukan fasilitasi ke komunitas.

Fasilitasi tahap 1 dilakukan di Juli 2020 dan fasilitasi tahap 2 pada Agustus 2020. Fasilitas ini dilaksanakan dengan kunjungan langsung para kader ke rumah para komunitas masyarakat dan remaja, ke sekolah-sekolah tempat kader guru mengajar, meninjau kantin sekolah, meninjau para komunitas pangan olahan serta komunitas pangan siap saji.

Survei kegiatan dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung kepada para komunitas, menunjukan hasil adanya perubahan yang bermakna. Walaupun tidak total menunjukkan hasil terbaik secara kualitatif.

Diharapkan pengetahuan dan pemahaman terkait keamanan pangan komunitas masyarakat desa dan komunitas usaha pangan desa akan meningkat dan dapat mengimplementasikannya secara mandiri sehingga desa pangan aman dapat terwujud.[Redaksi]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here