Fenomena Aksi Galang Dana untuk Palestina di Bengkulu

0
36
Gabungan komunitas yang menggelar aksi penggalangan dana untuk Palestina di Kepahiang. [Foto : Wedo Setiawan/RedAksiBengkulu]

RedaksiBengkulu.com, KEPAHIANG – Dalam sepekan terakhir, di beberapa daerah di Provinsi Bengkulu diwarnai aksi penggalangan dana secara mandiri oleh sejumlah kelompok atau komunitas masyarakat Bengkulu untuk warga Palestina. Sebagaimana diketahui bahwa Palestina saat ini kembali berkonflik dengan Israel sejak awal Mei 2021 lalu.

Terbaru, aksi penggalangan dana untuk Pelestina itu digelar oleh beberapa komunitas di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, Minggu, 23 Mei 2021. Para komunitas itu adalah, Komunitas Muslim Kepahiang (KOMIK), Ikatan Mahasiswa Kepahiang (Imake), Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Sehasen (Kompas), Forum Relawan Kabawetan (FRK), Pemuda Langit Kepahiang, Osis Satia Mandayang, dan Tim Hijarah Akbar Bengkulu (THAB).

Koordinator aksi, Waskito Rahman mengatakan, ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang tergabung dalam kegiatan donasi.

“Terimakasih juga  kepada seluruh masyarakat Kepahiang  yang telah berdonasi untuk saudara-saudara kita di Palestina. Donasi yang terkumpul sebanyak Rp 10.266.000 ini akan disalurkan melalui Human Initiative (HI) Bengkulu”, kata Waskito usai ditemui di lokasi penggalangan donasi di kawasan Pasar Kepahiang.

Aksi serupa sebelumnya juga dilakukan oleh komunitas di kabupaten/kota lainnya. Diberitakan BengkuluEkpress.com, ada Aliansi Kaur Peduli Palestina (AKPP) yang menggelar aksi penggalangan dana pada Rabu, 19 Mei 2021, di jalan lintas Lapangan Merdeka Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur. AKPP ini merupakan gabungan komunitas ACT – MRI Kaur, Karang Taruna Maju Bersama, Himka Lampung, ADK dan Osis SMA 1 Kaur.

Koodinator lapangan AKPP, Mardoni Santori mengatakan, dari hasil yang diperoleh pada hari itu juga sejumlah Rp 6 juta lebih.

“Dan donasi yang terkumpul ini akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) lalu untuk diserahkan ke warga Palestina,” kata Mardoni.

Di Kabupaten Bengkulu Utara, ada sekelompok masyarakat yang juga menggalang dana untuk Palestina. Diberitakan LiputanBengkulu.com, Gabungan Mahasiswa dan siswa se-Bengkulu Utara itu menggalang dana di kawasan Kota Argamakmur pada Kamis, 20 Mei 2021.

Mahasiswi Universitas Bengkulu (Unib), Ani, mengatakan, aksi penggalangan dana dilakukan oleh gabungan mahasiswa dari berbagai universitas. Yaitu, Universitas Bengkulu (Unib), Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur, dan komunitas Rohani Islam (Rohis) tingkat SLTP dan SLTA se-Bengkulu Utara.

“Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui ACT dan beberapa lembaga/organisasi lainnya,” kata Ani. 

Sama halnya di Kota Bengkulu. Disiarkan rakyatbengkulu.com, ratusan mahasiswa, masyarakat umum, dan organisasi kemanusiaan yang tergabung dalam Aliansi Bengkulu Peduli Palestina menggelar aksi solidaritas untuk Palestina, Jumat, 21 Mei 2021.

Koordinator Aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM) Bengkulu, Abdurrahman Wachid mengatakan, ada 200 orang yang ikut aksi ini.

“Titik kumpul dari Masjid Jamik Kota Bengkulu dan Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu. Selama kegiatan dikawal langsung pihak kepolisan dan Tim Satgas Covid-19 Provinsi Bengkulu,” katanya.

 

Awal Mula Konflik Israel-Palestina

Menyadur berita tirto.id, yang mana mengutip AP News, pada 8 Mei 2021, Israel memblokir tempat berkumpul orang-orang Palestina untuk bersosialisasi saat berbuka puasa. Insiden tersebut mengakibatkan bentrok selama dua pekan sebelum Israel mencabut perbatasan.

Bentrok kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir karena Israel mengancam akan melakukan penggusuran terhadap puluhan warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah. Kawasan Sheikh Jarrah merupakan kawasan yang selalu diperebutkan oleh Israel dan Palestina. Kenapa ?

Menurut Wikipedia.org Sheikh Jarrah adalah lingkungan atau kawasan yang didominasi Palestina di Yerusalem Timur. Letaknya 2 kilometer (1,2 mil) di utara Kota Tua, di jalan menuju Gunung Scopus . Nama Sheikh Jarrah diambil dari makam Syekh Jarrah pada abad ke-13. Dia  seorang tabib Saladin.

Dulunya, Sheikh Jarrah adalah lingkungan modern yang awal mulanya didirikan pada 1865. Bertahap kawasan itu menjadi pusat pemukiman elit Muslim Yerusalem, khususnya keluarga Al-Husayni.  Saat ini menjadi pusat dari sejumlah sengketa properti antara Palestina dan Israel.

Nasionalis Israel telah bekerja untuk menggantikan penduduk Palestina di daerah tersebut sejak 1967. Selama lima dekade, sejumlah permukiman Israel telah dibangun dan berdekatan dengan Sheikh Jarrah.

Bangunan Kompleks Masjid Al-Aqsa ada di dekat kawasan Sheikh Jarrah. Bagi muslim, Masjid Al-Aqsa, adalah situs tersuci ketiga dalam Islam. Di sisi lain, situs itu juga dianggap suci oleh orang Yahudi. Mereka menyebutnya sebagai Temple Mount dan menghormatinya sebagai tempat di mana kuil-kuil Alkitab berdiri. Inilah yang menjadi titik api dari konflik Israel-Palestina yang terjadi dari dulu hingga kini.

Seperti diwartakan Reuters, konflik itu terjadi karena penggusuran warga Palestina dari rumah mereka. Akibat bentrok tersebut, setidaknya 205 warga Palestina dan 17 petugas polisi terluka. Menurut petugas medis Palestina, ada ribuan warga Palestina menghadapi ratusan polisi Israel yang dilengkapi dengan perlengkapan anti huru hara.

Namun, banyak di antara mereka yang memilih tetap tinggal untuk menentang penggusuran di kota yang telah lama menjadi pusat konflik antara Israel dan Palestina tersebut. Dari bentrokan itu, pejabat Aqsa melalui pengeras suara masjid meminta agar semua pihak menenangkan situasi.

“Polisi harus segera berhenti menembakkan granat kejut ke arah jamaah, dan pemuda harus tenang dan diam!”,

 

Situasi Terkini Konflik dan Jumlah Korban

Seorang warga membawa bendera “Free Palestine” dalam acara reli “Black Lives Matter” yang diadakan untuk mendukung keluarga Anthony McClain di Pasadena, California, Amerika Serikat, Senin (17/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Christian monterrosa/hp/cfo

Data per Rabu, 19 Mei 2021, Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 6 orang dan menghancurkan rumah. Militer Israel menyatakan mereka akan memperluas serangannya di bagian selatan untuk membalas tembakan roket yang terus berlanjut dari kelompok Hamas.

Seperti dilaporkan CNBC, lebih dari 200 warga Palestina meninggal dan hampir 60 ribu orang mengungsi saat serangan udara pasukan Israel di Gaza. Sementara di Israel, 12 warga dikabarkan tewas dalam serangan roket Hamas.

Sementara itu, Aljazeera melaporkan, jet tempur Israel yang menyerang Jalur Gaza pada Rabu dini hari pecan lalu telah meratakan bangunan dan menewaskan setidaknya 4 warga Palestina, salah seorang diantaranya, jurnalis.

Serangan terbaru itu diluncurkan Israel untuk membalas kelompok Hamas yang meluncurkan banyak roket ke kota-kota Israel. Ada 219 orang Palestina termasuk 63 anak-anak dikabarkan meninggal di Gaza sejak kekerasan mulai terjadi pada 10 Mei lalu.

Sementara 1.500 warga Palestina lainnya luka-luka. Sementara itu, 12 warga di Israel meninggal, termasuk 2 anak dan 300 orang mengalami luka-luka.[redaksi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here