Tempat Ibadah di Kepahiang Kembali Normal, Namun Ini syaratnya…

0
22

RedAksiBengkulu.Com, KEPAHIANG– Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepahiang, sudah membolehkan masyarakat Kabupaten Kepahiang kembali melaksanakan salat berjamaah di Masjid. Baik itu salat 5 waktu setiap harinya maupun salat Jumat. Kebijakan serupa juga berlaku rumah ibadah lainnya. Kebijakan ini diambil berdasarkan keputusan hasil rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dilaksanakan di taman Santoso Kepahiang, Selasa (02/06/2020).

Meskipun demikian, tetap ada syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya Masjid maupun rumah ibadah yang melaksanakan kegiatan ibadah harus mendapatkan rekomendasi dari pihak kecamatan masing-masing. Kemudian harus mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan  menerangkan jika meski sudah diperbolehkan masjid dan rumah ibadah lainnya akan mendapat rekomendasi dari pihak kecamatan setelah pihaknya bersama tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 melakukan survei ke masing-masing rumah ibadah yang ada di Kabupaten Kepahiang.

Dalam survei yang dilakukan, lanjut Tajri, Dinkes bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepahiang akan melihat kesiapan masjid serta rumah ibadah. Meliputi tempat cuci tangan beserta sabunnya dan fasilitas lainnya.

Sumber: Net

“Masjid dan rumah ibadah wajib siapkan cuci tangan beserta sabun, pelaksanaan salat berjemaah tetap jaga jarak sesuai dengan anjuran pemerintah,” sampai Tajri.

Jika Dinkes bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan fasilitas masjid dan rumah ibadah sesuai dengan protokol kesehatan. Maka pengurus masjid dan pengurus rumah ibadah lainnya langsung boleh melaksanakan kegiatan peribadatan di rumah ibadah bersangkutan

“Intinya masjid maupun rumah ibadah dibuka dan tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga masyarakat Kepahiang tetap sehat dan terhindar dari Covid 19,” demikian Tajri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here