Air Pring Meluap 9 Unit Rumah, 4 Bidang Sawah dan 1 Bidang Kebun Terendam

0
26

RedAksiBengkulu.com, KEPAHIANG – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepahiang sejak, Senin (30/3) pukul 15.00 WIB hingga malam membuat aliran sungai Pring Desa Ujan Mas Bawah, Kecamatan Ujan Mas meluap. Tak ayal mengakibatkan total sebanyak 9 rumah yang digenangi oleh air dan terdapat dari 3 rumah lainnya yang parah hingga menyebabkan perabotan rumah terapung. Tidak hanya itu, 4 bidang sawah serta 1 bidang kebun kacang juga ikut terendam, di lokasi lain juga terjadi longsor Desa Bumi Sari yang menyebabkan dapur rumah warga nyaris ambruk.

Kepala BPBD Kepahiang Taufik mengatakan, pasca mendapatkan informasi pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi dengan menurunkan 1 unit perahu karet. Pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di 3 rumah yang parah terdampak. “Kita melakukan evakuasi terhadap keluarga yang terdampak atau terisolir, karena memang 3 unit rumah berada di seberang jembatan. Alhamdulillah dari banjir ini tidak ada korban jiwa,” kata Taufik.

Selain air merendam rumah, sebanyak 4 bidang sawah dan 1 bidang kebun kacang juga terendam. Dengan kondisi yang tanpa penerangan, belum diketahui pasti apakah 4 bidang sawah tetsebut gagal panen atau tidak. Dari informasi masyarakat 4 bidang sawah dalam waktu dekat akan dipanen dan hanya membutuhkan waktu 15 hari – 20 hari kedepan. ” Mudah-mudahan tidak seluruhnya sawah digenangi air, sehingga masyarakat masih bisa melakukan pemanenan. Masyarakat hanya menunggu 2 minggu ke depan saja untuk melakukan pemanenan,” sampai Taufik.

Sementara itu, Kapolres Kepahiang AKBP. Suparman, S. IK, M. AP melalui Kapolsek Ujan Mas Iptu Tomy Sahri, SH mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan anggota untuk melakukan evakuasi bersama BPBD Kepahiang. Dari pendataan pihaknya selain banjir di Ujan Mas, longsor juga terjadi di Desa Bumi Sari Dusun I yang menyebabkan longsor dan bagian dapur rumah warga nyaris ambruk. “Sekarang (tadi malam, red) anggota kita masih memantau di 2 lokasi yang berbeda dan semoga saja airnya cepat surut dan hujan bisa berenti,” terang Tommy

Dari 2 bencana yang terjadi belum diketahui pasti berapa kerugian materil, karena nggota masih melakukan pendataan. ” Anggota kita masih lakukan pendataan untuk memastikan kerugian dari 2 bencana yang terjadi,” demikian Tommy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here