Di Desa Ini Ada Puluhan Rumah Tidak Layak Huni

0
32
Rumah milik Uden berukuran 4 x 3 meter yang penghuninya 6 - 7 orang

RedAksiBengkulu.com, KEPAHIANG  – Dari 386 unit rumah yang ada di Desa Pulo Geto Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, ada 37 unit rumah dinilai tidak layak huni. Kepala desa setempat, M. Nursidarsah tidak menampik dan membenarkan hal tersebut.

“Saya dilantik jadi kades pada 28 Desember 2018 lalu. Misi saya jadi kades, berharap warga saya mendapatkan tempat tinggal yang layak. Dan saya akan perjuangkan untuk itu”, kata kades yang akrab disapa Tajur ini.

Rumah milik Hataya ukuran 3 x 4 meter dihuni 3 orang.[Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu]
Dari puluhan unit RTLH tersebut, lanjut Tajur, 3 unit rumah diantaranya kondisinya sangat memprihatinkan. Ia pun sudah membentuk tim untuk meninjau langsung kondisi rumah-rumah itu. Tiga rumah yang dimaksud diantaranya rumah milik Mauna. Ukuran rumahnya 4 x 5 meter dihuni 6 orang.  Kemudian rumah Hataya yang berukuran 3 x 4 meter dihuni 3 orang. Lalu rumah Uden berukuran 4 x 3 meter yang penghuninya 6 – 7 orang.

 

“Rumah ketiga warga itu non permanen.  Sekeliling dindingnya dari pelupu bambu. Dan umur bangunan sudah cukup tua”, papar Tajur.

Rumah milik Mauna ukuran 4 x 5 meter dihuni 6 orang.[Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu]
Ditambahkannya, tim yang dibentuk dari desanya itu tugasnya mendata. Dari data itu nantinya dibuatlah proposal usulan bedah rumah. Lalu diserahkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kepahiang.

 

“Proposal tersebut sudah kami serahkan akhir Desember 2018 lalu. Harapan kami, semoga di 2020 ini usulan bedah rumah dari desa kami terealisasi. Mengingat di 2019 lalu, mungkin giliran Kecamatan Ujan Mas dulu. Kami pun memakluminya”, sambung Tajur.

Desa Pulo Geto terdiri 6 wilayah dusun. Jumlah penduduknya 1.662 jiwa, dengan rincian laki-laki 864 dan perempuan 798 jiwa. Tercatat juga 23 rumah belum memiliki WC yang layak. Lalu, 13 unit rumah belum ada meteran listrik. Mata pencaharian warga desa didominasi sebagai buruh tani.

Laporan : Hendra Afriyanto
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here