Lagi, Warga Tagih Janji Motor Dinas Untuk Imam dan BPD Se-Kepahiang

0
80
Reses Anggota DPRD Kepahiang Supianto dan Armin Jaya di Desa Pulo Geto Kecamatan Merigi, yang digelar di lokasi bekas masjid, Kamis (19/10/2017)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Persoalan motor dinas (tornas) yang diperuntukan bagi para imam masjid dan anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) se-Kabupaten Kepahiang kembali dipertanyakan warga. Ini terungkap pada Reses Anggota DPRD Kepahiang Supianto dan Armin Jaya di Desa Pulo Geto Kecamatan Merigi, yang digelar di lokasi bekas masjid, Kamis (19/10/2017). Warga yang mempertanyakan soal motor dinas itu adalah Ketua BPD Desa Pulo Geto Samsul Bahri.

“Bagaimana kabarnya motor dinas untuk para imam dan kami selaku anggota BPD ? Ada atau tidak, tolong beri penjelasan”, tanya Samsul Bahri pada Reses masa sidang ke 3 tahun 2017.

Ungkapan Samsul Bahri ini bukan semata pribadinya selaku anggota BPD Pulo Geto, namun juga mewakili desa lainnya.

“Sebelum reses, kami sudah kompromi dengan sesama imam dan BPD desa-desa lainnya untuk menanyakan kabar motor dinas itu. Kebetulan saya yang ditunjuk untuk menanyakan ini, ya saya tanyakan saja. Kami butuh kepastian”, kata Samsul.

Pertanyaan Samsul Bahri sontak dijawab Anggota DPRD Kepahiang dari Partai Golkar Supianto. Ia menjelaskan, belum ada kabar baik tentang motor dinas itu lantaran adanya pemangkasan dana dari pemerintah pusat. Sehingga anggaran yang telah direncanakan untuk motor dinas tersebut ditunda.

“Karena ada kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat, sehingga pembelian motor dinas dibatalkan. Tapi tidak menutup kemungkinan akan dianggarkan lagi nantinya.” terang Supianto.

Sedangkan Armin Jaya yang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menimpali, bahwa sebenarnya bisa saja motor dinas itu direalisasikan asalkan Bupati Kepahiang tidak membeli mobil dinas jenis jeep yakni, Toyota Land Cruiser (LC). Karena diketahui mobil dinas jenis tersebut harganya sangat mahal. Namun persoalan mobil dinas itu merupakan Hak Prerogatif Eksekutif.

“Sebenarnya bisa saja dibeli motor dinas waktu itu jika bupati tidak beli mobil dinas Toyota LC. Walaupun motor dinas imam belum dibeli, tapi setidaknya motor dinas untuk BPD bisa dihadirkan dulu”, papar Armin.

Diketahui, pertanyaan serupa sebelumnya sempat dilontarkan oleh Kades Lubuk Penyamun Heriyadi pada Reses yang digelar di Kantor Kecamatan Merigi, Kamis (6/4/2017) lalu. Di forum reses, Heriyadi mengaku harus mempertanyakan perihal tersebut lantaran dirinya juga sudah terlanjur memberitahu pada warganya di forum desanya. Sehingga kades pun mengaku bosan karena selalu ditanyai warganya. (Baca : Apa Kabar Motor Dinas Untuk Imam dan BPD Se-Kepahiang? Tak Disangka Begini Jawabannya)

Persoalan motor dinas untuk para imam dan Ketua BPD se-Kepahiang itu diketahui sudah dianggarkan di APBD Kepahiang Tahun 2015 sebesar Rp 3.627.000.000. Itu artinya, seharusnya ratusan motor dinas itu direalisasikan tahun 2016 lalu namun hingga akan berakhir tahun 2017, tak juga ada realisasinya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Hendra Afriyanto
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here