Rico Dian Sari Akui Dakwaan JPU KPK Benar

0
63
Rico Dian Sari bersama pengacaranya, Ariel Muchtar. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Dari pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Terdakwa Rico Dian Sari mengakui, bahwa surat dakwaan yang dibacakan di depan majelis hakim yang diketuai Admiral, itu sudah benar. Kemudian, kata Pengacara Terdakwa, Ariel Muchtar Kamis (12/10/2017) di Pengadilan Tipikor Bengkulu, terhadap dakwaan yang dibacakan JPU KPK, pihaknya tidak akan beropini.

“Kalau masalah dakwaan ini karena menyangkut fakta yang harus dibuktikan di persidangan, maka kami tidak mengajukan eksepsi. Nanti akan kami tanggapi sekaligus saat proses pemeriksaan saksi-saksi dan pembelaan”, ungkapnya.

Terhadap isi dakwaan itu, lanjutnya, sejauh ini akan disampaikan saat proses pembuktian berupa pemeriksaan saksi.

“Itu saja dulu untuk sementara”, kata Ariel Muchtar

Sebagaimana yang disampaikan Rico saat ditanyakan majelis hakim, apakah benar dakwaan itu, Rico pun menyatakan dakwaan itu benar. Hanya saja prosesnya kelak, baik detail maupun konstruksinya pada saat peristiwa itu terjadi seperti apa?

“Dengan dikuatkan keterangan saksi juga seperti apa, akan didalami lagi saat persidangan”, paparnya.

 

Berita Terkait :

“Kontraktor-Kontraktor Yang Tidak Sesuai Dengan Keinginan Saya, Batalkan Saja”
Sidang Perdana RM, Lily dan RDS Ramai. Para Terdakwa Terancam Pidana 20 Tahun Penjara
Penasehat Hukum RM : KPK Tidak Ada Bukti Permulaan Tetapkan Ridwan Mukti Tersangka

 

Saat pembacaan dakwaan pertama, JPU KPK Haerudin menyatakan, Terdakwa Rico Dian Sari bersama-sama Lily Martiani Maddari dan Ridwan Mukti selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu sebagai Gubernur Bengkulu, pada 20 Juni 2017 sebagai orang yang melakukan atau yang turut serta melakukan perbuatan, menerima hadiah atau janji berupa uang tunai Rp 1 miliar dari Jhoni Wijaya selaku perwakilan PT Statika Mitrasarana Bengkulu. Dan dari keseluruhan uang yang dijanjikan sebesar Rp 4.700.000.000 untuk diberikan kepada Ridwan Mukti dan Lily Martiani Maddari.

“Padahal diketahui atau patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya  agar Ridwan Mukti tidak membatalkan kontrak proyek yang sudah dimenangkan PT Statika Mitrasarana”, terangnya.

Atas perbuatan terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Udang-undang Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Masih menurut Haerudin, dakwaan kedua, Rico Dian Sari bersama-sama dengan Lily Martiani Maddari dan Ridwan Mukti sebagai orang yang melakukan atau yang turut serta melakukan perbuatan, menerima hadiah atau janji.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here