Dari Nilai Proyek Rp 58 Miliar, 10 % Fee Gubernur. Rencananya 2 % Juga Untuk Kadis, Kabid dan PPTK

0
77
Sidang Perdana Terdakwa Direktur PT Statika Mitrasarana, Jhoni Wijaya. (Foto : Dok/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Direktur PT Statika Mitrasarana Perwakilan Rejang Lebong, Jhoni Wijaya, yang juga berstatus terdakwa dalam kasus suap Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti mengakui, kalau bukan karena Lily Martiani Maddari sebagai istri gubernur, maka dirinya tidak akan menyerahkan uang Rp 1 miliar tersebut kepada yang bersangkutan melalui Rico Dian Sari (RDS).

Saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Fitroh Rohcahyanto, apakah terdakwa akan memberikan Rp 1 miliar kalau Lily bukan isteri gubernur? Jhoni menjawab, tidak akan diserahkan.

“Pandangan saya saat itu kalau uang diserahkan kepada Lily pasti ada kaitannya dengan gubernur. Menurut pemahaman saya, apa yang diserahkan ke Lily itu sepengetahuan gubernur,” ucapnya saat memberi keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

Untuk istilah lain dari fee 10 % yang disampaikan Rico Dian Sari (RDS), kata Jhoni, adalah ‘kewajiban yang dipatok’.  Kewajiban itu maksudnya kewajiban dari kontraktor yang sudah menandatangani kontrak. Apakah gubernur akan marah jika Jhoni tidak menyerahkan fee 10 % ?

“Mungkin saya akan dimarahi kalau tidak menyerahkan uang tersebut .Karena pada 5 Juni 2017 di Kantor Gubernur, Ridwan Mukti sudah marah-marah dengan para kontraktor yang hadir lantaran tidak hadir saat pertemuan 1 Juni di Hotel Mulia Jakarta”, lanjut Jhoni.

Selain itu, saat Tim JPU KPK memperlihatkan catatan terdakwa Jhoni yang menuliskan nilai 2 % untuk Dinas PUPR Provinsi Bengkulu? Jhoni pun mengakuinya dan menyatakan jika itu baru rencananya sebelum OTT KPK pada 20 Juni 2017.

“2 % rencananya untuk Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Kabid dan juga PPTK,” terangnya.

Sejak pertemuan di Kantor PT Rico Putra Selatan (RPS) pada 7 Juni 2017 dengan Rico Dian Sari, staf administrasi Haris Taufan Tura terus mengirim SMS 3 kali menanyakan fee 10 % yang ditanyakan Rico Dian Sari. Lalu pada 19 Juni 2017 sekitar pukul 16.00 WIB Jhoni telpon Haris untuk menjelaskan kesiapannya atas fee 10 %.

“Besok paginya saya serahkan Rp 1 miliar itu. Uang itu akan diantarkan kepada ayuk (Lily). Karena berdasarkan keterangan Rico, uang diantarkan ke kediaman gubernur melalui Lily”, lanjut Jhoni lagi.

Ditambahkan Jhoni, total nilai anggaran proyek yang didapatkannya di 2017 senilai Rp 58 miliar. Sehingga dari total fee 10 persen dari nilai proyek yang rencananya akan diserahkan itu sebesar Rp 5,2 miliar.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here