Ternyata Uang THR Rp 1 Miliar Yang Diminta Lily Maddari kepada RDS Berasal Dari Jhony Wijaya

0
61
Keterangan istri Mantan Gubernur Bengkulu, Lily Martiani Maddari pada sidang kasus dugaan suap proyek terhadap Gubernur Bengkulu Non Aktif Ridwan mukti, dengan terdakwa Jhony Wijaya. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek terhadap Gubernur Bengkulu Ridwan dengan terdakwa Direktur PT Statika Mitrasarana Jhony Wijaya kembali digelar di Pengadilan Tipikor/PN Bengkulu. Kali ini 3 saksi yang dihadirkan yakni Gubernur Bengkulu Non Aktif, Ridwan Mukti, beserta istri, Lily Martiani Maddari dan Direktur Utama PT Statika Mitrasarana, Soehinto Sadikin.

Sejak pagi, sidang yang digelar sekitar pukul 10.00 WIB ini dijaga ketat pihak kepolisian. Belasan personil Polri bersenjata lengkap dan 2 unit kendaraan baracuda hingga alat pendeteksi bagi pengunjung yang akan menyaksikan sidang. Bahkan ketika sidang berlangsung pun, ruang sidang sudah dipenuhi peserta sidang sampai-sampai ada yang duduk di lantai.

Saksi pertama yang diperiksa adalah istri Gubernur Bengkulu non aktif, Lily Martiani Maddari. Dalam keterangannya, ia menjelaskan sebelumnya ia tidak kenal dengan terdakwa Jhony Wijaya. Namun saat akan dibawa petugas KPK dari Bengkulu ke Jakarta pasca OTT, Lily mengaku baru mengetahui Jhony Wijaya, di atas pesawat Batik Air ketika petugas KPK menunjuk terdakwa Jhoni juga ikut diberangkatkan dalam pesawat yang sama dengan Rico Dian Sari (RDS). Dan Jhony lah yang memberikan uang Rp 1 miliar kepada Rico Dian Sari.

“Saya baru tahu saat diperiksa Penyidik KPK kalau Jhony yang memberi uang itu kepada Rico. Saya kaget kenapa uang Jhoni yang diserahkan kepada Rico ? Saya tidak kenal Jhoni. Saya tidak tahu uang itu uang apa? Saya tidak mengerti”, aku Lily, di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Selasa (3/10/2017).

 

Berita Terkait :

Istri Mantan Gubernur Bengkulu, Lily Maddari : THR Rp 1 Miliar Bagi Saya Itu Pantas

 

Dari berita dan surat dakwaan yang dibaca, lanjut Lily, ia baru mengetahui  uang itu adalah uang proyek.

“Saya tidak tahu kenapa uang itu diserahkan dari Jhoni ke Rico? Saya juga tidak tahu proyek apa?”, terangnya lagi.

Masih menurut Lily, saat terjadi OTT di rumah pribadinya di Jalan Hibrida 15 Kelurahan Sidomulyo Kota Bengkulu itu, sekitar 2 jam setelah Rico datang ke rumah. Saat itu petugas KPK datang dan menanyakan mana uang yang diserahkan  Rico ?

“Saya tanya uang apa? Itukan THR saya. Rico bilang, ini THR ayuk. Lalu saya masuk ke kamar dan masukkan uang ke brankas pribadi saya. Rico ini kan sudah seperti adek saya”, sambungnya.

Lily menganggap bahwa Rico Dian Sari seperti adiknya. Sehingga pemberian uang Rp 1 miliar yang menurut Lily itu adalah Tunjangan Hari Raya (THR) dari Rico itu dinilainya pantas-pantas saja.

“Saya nggak hitung. Uangnya pecahan seratus ribu. Tak lama kemudian KPK datang dan langsung masuk kamar saya. Terus saya buka brankas, selanjutnya berangkat ke Polda Bengkulu dan duduk di ruang Dir (Direskrim)”, kenang Lily.

Barulah sorenya, sambung Lily, ia dibawa ke Jakarta. Dan Lily juga mengaku bahwa ia baru bertemu dengan suaminya (Ridwan Mukti), di bandara.

“Waktu di bandara saya baru ketemu suami saya. Saat OTT suami saya sudah ke kantor,” begitu keterangan Lily.

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here