Mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti : Saya Kenal Dengan RDS Sejak Kecil

0
66
Tim JPU KPK pada Sidang Kasus Dugaan Suap Gubernur Bengkulu dengan terdakwa Direktur PT Statika Mitrasarana, Jhony Wijaya. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU Gubernur Bengkulu non aktif, Ridwan Mukti (RM) menyatakan, bahwa pertemuannya dengan beberapa kontraktor di Jakarta itu sebagai kontrol dirinya selaku pejabat berwenang dalam hal ini Gubernur Bengkulu. Diceritakan Ridwan, ia tidak kenal dengan terdakwa Jhoni Wijaya dan tidak tahu proyek apa yang dikerjakannya di Bengkulu.

“Dengan Rico Dian Sari (RDS) saya kenal saat sekolah di Jogja. Rico tinggal dengan pamannya Yulian Amin yang juga dosen di UII Yogyakarta. Kami satu almamater. Saya mengenal Rico sebagai salah satu kontraktor di Bengkulu. Saya kenal dia sejak kecil, sejak 1982. Namun dia tidak pernah komunikasi dengan saya,” aku Ridwan Mukti saat memberi keterangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Selasa (3/10/2017).

Saat di Bengkulu, lanjut Ridwan Mukti, Rico ada datang ke kantor bersama yang lainnya di ruang kerja gubernur. Salah seorang rekan yang datang adalah Terdakwa Jhoni Wijaya. Kedatangan mereka ketika itu, salah satunya karena sudah mengadakan kontrak di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi  Bengkulu.

Mengingat tahun (2017) ini, kata Ridwan, sudah masuk semester 2, sehingga selaku pejabat berwenang ia ingin memastikan perkembangan proyek. Karena menurut Ridwan sebelumnya ia tidak pernah mendapat laporan tentang itu.

“Saya minta kepada Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Kuntadi, untuk memanggil kontraktor yang sudah kontrak untuk bertemu di Jakarta. Pertemuan itu sebagai kontrol saya sebagai pejabat berwenang supaya proyek selesai tepat waktu”, paparnya.

 

Berita Terkait :

Istri Mantan Gubernur Bengkulu, Lily Maddari : THR Rp 1 Miliar Bagi Saya Itu Pantas
Ternyata Uang THR Rp 1 Miliar Yang Diminta Lily Maddari kepada RDS Berasal Dari Jhony Wijaya

 

Sebelumnya, kata Ridwan lagi, ada laporan dalam bentuk nota dinas namun tidak pernah dilaksanakan. Baik tentang kontraktor yang sudah menandatangani kontrak maupun belum.

“Saya ingin melihat apakah para kontraktor tersebut punya kompetensi  maupun pengalaman untuk bisa meyakinkan,” lanjutnya.

Saat majelis hakim yang diketuai, Admiral menanyakan, kenapa harus ketemu dengan kontraktor ? RM menjawab, keinginan itu seketika saja agar prosesnya lebih efektif dan efesien, mengingat ada 9 kontraktor yang sudah kontrak.

“Ya saya ketemu dengan (para) kontraktor itu di Hotel Mulia Jakarta. Sesudah Isya di Coffee Shop Lantai 5. Waktu itu ada Rico Dian Sari, Rico Maddari dan 2 kontraktor lagi, tapi saya lupa namanya. Selanjutnya para kontraktor itu memperkenalkan diri dan saya pun menanyakan mana (kontraktor) yang lain tidak datang?”, tambah Ridwan pada pertemuan yang tidak sampai 1 jam.

Masih menurut Ridwan Mukti, pada 5 Juni 2017, ia meminta kepada stafnya agar kontraktor yang belum ketemu di Jakarta agar menemui dirinya (di kantor). Dan dari pertemuan di Kantor Gubernur itu Rico Dian Sari dan Jhony Wijaya juga kembali hadir. .

“Saat pertemuan (di kantor) berlangsung, staf saya bilang ada Rico, lalu saya bilang suruh masuk. Jadi yang datang itu, Rico, Jhony Wijaya, Kabid Bina Marga DPUPR, staf saya dan ada 2 orang lagi. Saya sempat tidak enak atau kecewa dan emosional karena hanya dipertemukan dengan pekerjanya dan bukan owner perusahaan kontraktor”, demikian keterangan Ridwan.

 

Baca Juga :

Sssttt…. Ada Oknum Kades Di Kepahiang Digerebek Di Desa Perbo Curup Utara
Perkenalkan, Batik Diwo Asal Kepahiang. Tapi Sayang ….

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here