TERUNGKAP ! Begini Kongkalikong Mantan Kepala DPUPR Provinsi Bengkulu dengan Kontraktor

0
66
Sidang Terdakwa Andi Rosliansyah Cs dengan agenda pembacaan dakwaan atas perkara dugaan korupsi Proyek Infrastruktur Pemukiman Kumuh di Kota Bengkulu Tahun 2015 di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Senin (25/9/2017). (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dugaan korupsi Jalan Pemukiman Kumuh Kota Bengkulu Tahun 2015 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan terdakwa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Bengkulu, Andi Rosliansyah Cs resmi digelar di Pengadilan Negeri (PN)/Tipikor Bengkulu. Terungkap dalam dakwaan, bahwa pengendali atau dalang dalam penentuan pemenang proyek tersebut adalah Andi Rosliansyah.

“Bahwa pemenang kegiatan Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kumuh Kawasan Pintu Batu, Kebun Keling, Pondok Besi, Beringin Raya, Rawa Makmur Kota Bengkulu adalah PT Vickri Abadi Group yang merupakan perusahaan yang dipinjam oleh Marial Hendri dan Andi Trisno. Peminjaman perusahaan itu atas permintaan dan pengendalian Andi Rosliansyah yang pada saat itu menjabat Kepala DPUPR Provinsi Bengkulu,” kata salah seorang Tim JPU Kejati Bengkulu, Dody Boedi Rahardjo.

Kemudian, lanjut Dody, sebelumnya Terdakwa Andi Rosliansyah, meminta Marial Hendri datang ke ruang kerjanya di Kantor DPUPR Provinsi Bengkulu.

“Saat bertemu dengan Marial Hendri, Andi Rosliansyah mengatakan, kamu harus ikuti lelang ini dan harus menang, temui Pak Amran. Sebutkan paket pekerjaan Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kumuh Kawasan Pintu Batu, Kebun Keling, Pondok Besi, Beringin Raya, Rawa Makmur Kota Bengkulu, dan Pak Amran sudah tahu,” ungkapnya, Senin (25/9/2017).

 

Berita Terkait :

Andi Rosliansyah Dijerat UU TPPU dan Terancam Dimiskinkan
Andi Rosliansyah Resmi Dipenjara di Rutan Malabero
Andi Rosliansyah Bantah Terima Uang Proyek
Penyidik Periksa Direktur PT Vickri Abadi Group di Rutan Untuk Tersangka Andi Rosliansyah

 

Untuk memenuhi keinginan Terdakwa Andi Rosalinsyah, Marial Hendri mengajak kawannya bernama Andi Trisno. Terdakwa Andi Roslinsyah juga meminta Marial Hendri untuk menemui ibu Rohmi untuk mendapatkan perusahaan yang dapat dipergunakan dalam kegiatan pembangunan proyek tersebut. Setelah ditemui, Rohmi merekomendasikan agar menggunakan PT Vickri Abadi Group milik Rosmen.

Sementara itu, Pengacara Terdakwa Arbani Noerwawi, Syaiful Anwar, juga menyebutkan, bahwa dari proses lelang itu sudah tidak benar dengan adanya administrasi yang tidak sesuai yang dilakukan Ketua Pokja ketika itu Amran Rahman, yang merupakan pesanan Terdakwa Andi Rosliansyah.

“Atas permainan tersebut, dimenangkanlah PT Vickri Abadi Group sebagai kontraktornya. Sebenarnya PT Vickri Abadi Group ini tidak layak untuk dimenangkan karena secara spesifik perusahaan adalah permintaan Andi Rosliansyah melalui ibu Rohmi selaku Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Bengkulu. Jadi, sejak awal memang sudah dikondisikan PT Vickri Abadi Group ini untuk menang”, bebernya.

Di lain sisi, Pengacara Terdakwa Andi Rosliansyah, yakni Humisar H Tambunan, hanya menyampaikan terkait dakwaan terhadap kliennya itu tidak ada masalah, karena sudah memenuhi syarat formil maupun materil.

“Dalam kacamata kami, surat dakwaan yang diajukan JPU itu sudah tidak ada lagi yang perlu dipersoalkan. Secara formil dan materilnya surat dakwaan itu kami anggap sudah cukup. Makanya kami tidak ada mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan itu. Maka nanti tinggal kami lanjut pada proses pemeriksaan saksi dan alat buktinya,” jelasnya.

Adapun 3 terdakwa lainnya yang disidang yaitu, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Arbani Noerwawi dan pihak Konsultan Supervisi, Akhmad Ansori dan Indra Syafri.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here