Minat Warga Bengkulu Untuk Berinvestasi Masih Rendah

0
62
Workshop Mengenal OJK dan Industri Keuangan Bagi Wartawan Ekonomi Se-Provinsi Bengkulu, Rabu (20/9/2017). (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Minat warga Bengkulu untuk berinvestasi masih sangat rendah. Ini paparkan oleh Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Bengkulu, Early Saputra saat menjadi narasumber dalam Workshop Mengenal OJK dan Industri Keuangan Bagi Wartawan Ekonomi Se-Provinsi Bengkulu, Rabu (20/9/2017).

Provinsi Bengkulu menempati peringkat ke-27 dari 34 Provinsi di Indonesia sebagai provinsi yang memiliki warga dengan minat berinvestasi yang rendah. Hanya sekitar 1.500 orang warga Bengkulu yang memulai berinvestasi. Namun hanya sekitar 201 orang saja yang aktif berinvestasi.

“Bengkulu masih berada di nomor 7 dari bawah. Yang mana sekitar 1.500 orang yang sudah mulai berinvestasi dan yang telah aktif berinvestasi hanya 201 orang. Selebihnya hanya  terpaksa buka akun atau lupa deposit”, ujat Early. 

Early menambahkan, salah seorang alasan mengapa belum banyaknya warga Bengkulu belum memulai berinvestasi adalah minimnya pengetahuan tentang profit jika melakukan investasj di lembaga resmi seperti Obligasi, Saham maupun Reksadana dan lebih memilih untuk menabung di bank.

“Belum banyak orang tahu dan memahami tentang keuntungan yang didapat dari berinvestasi. Karena  berinvestasi seperti Saham, Obligasi dan Reksadana keuntungannya tidak dirasakan dengan cepat. Namun akan dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya. 

Investasi sendiri adalah, sambung Early, menyisihkan penghasilan untuk masa depan sehingga manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Early juga mengatakan, bahwa berinvestasi memiliki keuntungan seperti mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham (Capital Gain), di mana harga jual lebih tinggi dari harga beli, serta keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham (Dividen). Dividen sendiri berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Namun di sisi lain, investasi juga memiliki resiko. Salah satunya kerugian yang diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli saham (Capital Loss).

 

 

 

 

 

 

Laporan : Tata Riri
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here