Tentang Wisuda Mahasiswa Unras, Dua Rektor Dari 2 Kubu Yayasan Ini Saling Klaim ….

0
78
Rektor Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur versi Yayasan Ratu Samban Argamakmur (YRSA), Sugeng Suharto. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Rektor Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur versi Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSA) Sugeng Suharto menuding, wisuda yang dilaksanakan pada Kamis (7/9/2017) lalu oleh Rektor Unras Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, MM, M.Si versi Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara (YRSBU), cacat hukum.

Sugeng juga menyatakan, Wisuda Mahasiswa Unras periode 2016/2017 tersebut, dinyatakan melanggar Keputusan Dikti dan menilai ijazah mahasiswa tidak akan laku.

“Kami yang seharusnya mewisuda Mahasiswa Unras itu. Karena dasar kami demikian berdasarkan akta pendirian Unras Akta Notaris Nomor 172/ D-/ 2001”, terang Sugeng yang mengklaim sebagai rektor yang sah versi YRSA.

Disinggung jika memang pihak yang berkompeten mewisuda Mahasiswa Unras tersebut, lantas kenapa tidak melaksanakannya? Sugeng menjawab, jika ia sendiri saat ini tengah berhalangan untuk beraktivitas di Unras lantaran sedang mengikuti kegiatan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) selama 5 bulan ke depan.

“Saya lagi izin 5 bulan mengikuti Lemhanas. Untuk aktivitas Unras sudah ada Plh Rektor, yakni Drs H Salamun Haris M.Si,” terangnya.

Sugeng menambahkan, alasan lain tidak bisa melaksanakan wisuda karena hasil keputusan pada pertemuan di Kementerian Riset, Teknologi dan Pedidikan Tinggi (Kemenresdikti) melalui Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan (Ditjen KIPTP) yang mengundang dua kubu yayasan tersebut pada Kamis (24/8/2017) lalu, belum ada keputusan dari pihak berwenang. Dan pihak Ditjen KIPTP itu juga menyatakan bahwa YRSA maupun YRSBU tidak boleh melakukan wisuda atau yudisium sampai adanya pertemuan islah.

“Sudah kami laporkan apa yang telah dilanggar YRSBU dalam hal ini Rektor Unras Imron Rosyadi. Karena pihak Dikti sudah menegaskan, tidak boleh ada aktivitas di Unras selama belum adanya islah,” beber Sugeng.

 

Berita Tekait :
Siapa Yang Berhak Atas Yayasan dan Universitas Ratu Samban ? YRSBU atau YRSA ?

 

Sugeng juga meyakini bahwa wisuda yang dilaksanakan oleh YRSBU cacat hukum karena yang tercatat resmi berdasarkan izin pendirian Unras itu adalah YRSA.

“Kami saja tidak berani melaksanakan kegiatan di Unras, terlebih lagi wisuda dan yudisium. Lalu bagaimana dengan nasib mahasiswa jika wisuda yang ijazahnya tidak laku? Kasihan mahasiswa Unras,” imbuhnya.

Rektor Universitas Ratu Samban versi Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara (YRSBU), Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, MM, M.Si

Menanggapi pernyataan Sugeng, Rektor Unras versi YRSBU Dr. Ir. HM Imron Rosyadi, MM, M.Si mengatakan, justru yang dikatakan Sugeng tersebut, bodoh. Karena keputusan Dikti itu hanya menyatakan untuk islah. Sementara kegiatan belajar dan mengajar di Unras justru harus tetap berjalan. Terlebih lagi dengan nasib mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang pendidikannya di Unras.

“Kami juga tidak akan berani mewisuda dan meyudisium mahasiswa jika tidak ada koordinasi dengan pihak Kopertis Wilayah II Palembang dan pihak Dikti. Mereka sudah menegaskan bahwa wisuda harus segera dilaksanakan. Dan Alhamdulillaah semuanya telah selesai”, jelas Imron.

Menanggapi tudingan ijazah Mahasiswa Unras yang menurut Sugeng tidak akan laku ? Imron menjawab, seluruh mahasiswa yang sudah wisuda belum lama ini tidak usah khawatir. Ijazah Unras sah secara hukum dunia pendidikan karena ia sudah berkoordinasi dengan pihak Dikti dan Kopertis Wilayah II Palembang.

“Tidak perlu dilayani. Kalau saya saat ini memikirkan bagaimana Unras ini tetap berjalan meski tanpa dukungan Pemkab Bengkulu Utara”, demikian Imron.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here