Buktikan Uang Rp 50 Juta Ke Mantan Asintel Kejati, JPU KPK : Kita Lihat Putusan Hakim

0
62
Terdakwa Asintel Kejati Bengkulu Edi Sumarno. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU Menanggapi adanya penyerahan uang Rp 50 juta oleh Terdakwa Amin Anwari dan Murni Suhardi, kepada mantan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Bengkulu, Edi Sumarno, JPU KPK, Feby Dwiyandospendy, mengatakan, masih menunggu putusan tetap (inkrah) dari majelis hakim untuk menindaklanjuti. Dikatakan, Feby, pihaknya akan menyelesaikan perkara untuk 2 terdakwa ini terlebih dahulu hingga putusan hakim inkrah.

“Kemungkinan pengembangan ada saja. Tapi kan itu nanti lembaga (KPK) yang menentukan. Kenapa juga kita yang harus putusakan perkara ini terlebih dahulu? Kita akan melihat hakim yakin atau tidak dengan pembuktian kami. Kalau untuk yang uang Rp 10 juta sudah pasti. Tapi kalau untuk Rp 50 juta kita tunggu putusan hakim,” ungkapnya, Selasa (29/8/2017), usai sidang di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

 

Berita Terkait :

Oknum Jaksa Kejati Bengkulu Yang Tertangkap OTT KPK Akui Minta Untuk Pulang Ke Medan
Pengacara Amin Anwari : Oknum Jaksa Kejati Bengkulu Tujuannya Hanya Untuk Memeras ?
Effendi Lod Simanjuntak : JPU KPK Tidak Bisa Membuktikan Uang Rp 50 Juta
KPK Temukan Uang Rp 15 Juta Di Ruang Kerja Asintel Kejati Bengkulu

 

Kalau putusan hakimnya sudah inkrah dan terbukti, lanjut Feby, berarti ada tindak pidana dan hal itu bisa ditindak lanjuti.

“Tapi kalau putusan inkrah hakim nanti tidak terbukti, maka dalam persidangan ini uang Rp 50 juta itu tidak bisa dibuktikan dan tidak ada tindak pidana. Hal itu masalah pembuktian. Nanti saat penuntutan alat buktinya akan kami buka,” ujarnya.

Disinggung bantahan Edi Sumarno menerima uang Rp 50 juta tersebut, Feby menjawab, pihaknya akan menilai hal tersebut di penuntutan. Karena itu masalah pembuktian.

“Hak dia (Edi) sebagai saksi untuk membantahnya. Memang dari awal juga dia sudah membantah. Jadi, nanti akan kami nilai dengan alat-alat bukti yang lain,” demikian Feby.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here