Dugaan Pungli Retribusi, Kabid Koperasi Diskop UMKM Kota Bengkulu Kembali Diperiksa

0
74
Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Saral. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Kabid Koperasi di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bengkulu, Saral, Selasa (22/8/2017), kembali diperiksa penyidik Kejari Bengkulu. Kali ini ia dimintai keterangan terkait dugaan pungutan liar (Pungli) retribusi di Pasar Pagar Dewa.

Sebelumnya, Saral juga sempat diperiksa penyidik terkait Pungli Lapak di Pasar Pagar Dewa yang sudah menetapkan satu orang tersangka, yakni mantan Kepala UPTD Pasar Pagar Dewa, Thomas Iwan.

“Kami memanggil Kabid Koperasi pada Dinas Koperasi dan UMKM untuk menggali terkait dengan terjadinya pengenaan pada retribusi,” kata Kajari Bengkulu, I Made Sudarmawan, melalui Kasi Pidsus, Irvon Desvi Putra, di Kejari Bengkulu.

Dalam pemeriksaan tersebut, lanjut Irvon, penyidik menanyakan timbulnya retribusi terhadap para pedagang.

“Kalau untuk yang Sprindik sekarang ini (retribusi) saksi dipanggil untuk pertama kali. Namun, sebelumnya saksi pernah juga dipanggil untuk kasus Pungli Lapak yang tersangkanya sekarang sudah kami tahan,” ujarnya.

Kepada saksi, sambung Irvon, penyidik juga menanyakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) saksi sebagai Kabid Koperasi.

“Apa yang diketahuinya, itu yang kita tanyakan,” ucapnya.

Masih menurut Irvon, untuk Kadis Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, pihaknya bersama tim juga akan menjadwalkan pemanggilan.

“Dari beberapa kali pemeriksaan, penyidik baru meminta keterangan beberapa pedagang dan belum sampai pada keterangan ahli. Karena dalam kasus ini penyidik juga membutuhkan keterangan ahli, tidak seperti pungli lapak. Nanti kami putuskan ahli mana yang akan dipergunakan,” paparnya.

Dari ahli ini, terang Irvon, pihaknya berharap akan ada buktinya dalam kasus tersebut.

“Jadi, mudah-mudahan dari keterangan saksi kemudian ada bukti dari ahli berupa surat, baru di situ kita bisa sampai pada kesimpulannya,” bebernya.

Disinggung kemana saja aliran dana dalam kasus tersebut? Irvon menjawab, hal itu belum bisa disebutkan. “Nanti kalau sudah terkumpul semua bukti, tentu kalau ada aliran dana atau pihak yang menerima, itu yang berpotensi menjadi tersangka,” tutupnya.

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here