Kembangkan Kasus, Mantan Kasi Bansos Diperiksa Penyidik Kejari

0
17
Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Irvon Desvi Putra (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Guna pengembangan kasus Dana Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2012 yang melibatkan mantan Walikota Bengkulu, Ahmad Kanedi, Selasa (15/8/2017) pagi, Penyidik Kejari Bengkulu memeriksa Satria Budi. ┬áSatria Budi adalah mantan Kepala Seksi Bantuan Sosial (Kasi Bansos) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu, serta diketahui juga selaku mantan terpidana dalam kasus Dana Bansos 2013.

Pemeriksaan ini dilanjutkan setelah Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas kasus tersebut tidak ikut dibatalkan seperti halnya penetapan atas tersangkanya beberapa tahun lalu.

Kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu, I Made Sudarmawan, melalui Kasi Pidsus Irvon Desvi Putra, bahwa pemeriksaan saksi ini masih terkait Dana Bansos 2012 lantaran Sprindiknya berdasarkan putusan praperadilan tidak dibatalkan, melainkan hanya penetapan tersangka.

“Karena itu, supaya kami ada sikap yang jelas, makanya kami terus melanjutkan pemeriksaan. Hasilnya terbukti atau tidak, itu soal lain. Yang penting dilanjutkan dulu kasus ini untuk memberikan sikap,” katanya di Kejari Bengkulu.

Sebelum ini, kata Irvon, pihaknya juga sudah memeriksa mantan Walikota Bengkulu selaku Pengguna Anggaran (PA) nya, Ahmad Kanedi, dan mantan Wakil Walikota, Edison Simbolon.

“Mantan kepala daerahnya itu nanti akan kami pertimbangkan untuk memanggilnya kembali. Kasus ini kan sempat terhenti, tapi sekarang kami mulai kembali”, jelasnya.

 

Berita Terkait :

Putusan Praperadilan Tidak Menghentikan Kasus Dana Bansos Pemkot Bengkulu
Kerugian Negara Rp 300 Juta, Kejari Kota Bengkulu Evaluasi Kasus Bansos 2012
Wawali Bengkulu Akui Tidak Mengetahui Sprindik Kasus Dana Bansos Tahun 2012 Diperbaharui

 

Disinggung kerugian negara dalam kasus tersebut, Irvon menjawab, memang ada Perhitungan Kerugian Negara (PKN) yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu senilai lebih dari Rp 300 juta.

“Untuk pemeriksaan selanjutnya, kami akan mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada penyidiknya. Kalau nanti ada, akan kami beritahu,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here