Disebut-sebut Pembubaran Acara Honda di Alun-alun oleh Dispora Ada Unsur Dendam Pribadi ?

0
64
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu Utara. (Foto : facebook)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – General Manager (GM) CV Pandu Pertiwi, Riko, mengakui kesalahan pihaknya atas rekomendasi kegiatan lokasi yang digelar di Alun-alun Rajo Malim Paduko Argamakmur, Sabtu (29/7/2017) lalu yang diperolehnya dari Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Bengkulu Utara. (Baca : Izin Lengkap, Tapi Kegiatan di Alun-alun Ini Dibubarkan Paksa Dispora. Masalahnya ?)

Kemudian, pihak penyelenggara itu juga mengaku kesalahan atas kurangnya izin dari pihak Kecamatan Argamakmur. Terlepas dari itu, Riko juga mengaku sudah mengikhlaskan dan legowo atas apa yang sudah dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu Utara kepada pihaknya.

Di sisi lain, disebut-sebut pembubaran paksa kegiatan Road Show Honda Supra GTR itu ada indikasi unsur dendam pribadi antara masing-masing pimpinan kedua belah pihak tersebut? Dikonfirmasi terkait ini, Riko menjawab tidak etis dibicarakan di publik.

“Yang pasti kami sudah mengikhlaskan terkait pembubaran acara waktu itu. Soal yang disebut-sebut yang lain itu, tidak etis saya ungkap di publik “, singkatnya.

 

Baca Juga :

Kepala BLH BU : Soal Rekomendasi Penggunaan Alun-Alun, Kami Sudah Dimandati oleh Bupati
Hak Kelola Alun-alun, Kemarin DLH Bengkulu Utara Bilang Ada Mandat dari Bupati, Kini Dilepaskan

 

Sementara itu, Kepala Dispora Bengkulu Utara Hendri Kisinjer saat disinggung soal adanya dendam pribadi atas pembubaran acara itu, ia membantahnya. Hendri juga menegaskan, jika ia tidak pernah terlibat apa-apa dengan pihak perusahaan motor tersebut.

“Tidak ada dendam pribadi pada pembubaran acara itu. Yang pasti kami membubarkan acara itu karena pihak perusahaan menyelenggarakan kegiatan di aset yang kami kelola, tanpa meminta izin dulu. Jadi, itu intinya ilegal dan kami berhak membubarkannya,” tegas Hendri.

Ditanya ketika pembubaran melibatkan anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bengkulu Utara yang notabene juga selaku Honorer di Dispora, Hendri juga membantahnya.

“Kalau memang ada, kata siapa? Dan siapa oknumnya? Saya tindak! Saya tidak pernah memerintahkan organisasi terlibat dalam urusan pemerintahan. Meski KNPI itu dibawah naungan Dispora,” demikian Hendri.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here