Ditetapkan Tersangka, Mantan Kepala UPTD Pasar Pagar Dewa Bengkulu Langsung Ditahan

0
65
Jaksa dari Kejari Bengkulu yang melakukan penahanan langsung terhadap tersangka Thomas Iwan. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) Lapak Pasar Pagar Dewa Kota Bengkulu Tahun 2016, mantan Kepala UPTD, Thomas Iwan, langsung ditahan Penyidik Kejari Bengkulu.

Dikatakan Kepala Kejaksaan (Kajari) Bengkulu, I Made Sudarmawan, melalui Kasi Pidsus, Irvon Desvi Putra, setelah dilakukan rapat oleh tim Penyidik Kejari Bengkulu, maka tim memutuskan untuk menaikkan status Thomas Iwan dari saksi berinisial menjadi tersangka.

“Jadi surat penetapan tersangkanya sudah diterbitkan hari ini. Dan rencana dari tim akan melakukan penahanan,” ucapnya, Rabu (2/8/2017) di Kejari Bengkulu.

Sekarang, lanjut Irvon, yang bersangkutan sedang diperiksa dengan status sebagai tersangka dengan didampingi kuasa hukumnya.

“Kami sudah menyiapkan kuasa hukum dan kebetulan tersangka menerima penunjukan kuasa hukum tersebut”, ujarnya.

Untuk pasal yang disangkakan, sambung Irvon, Pasal 12 huruf e dan Pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Ancaman hukum minimalnya kalau Pasal 12 itu empat tahun penjara. Sedang Pasal 5, satu ¬†tahun”, bebernya.¬†

Disinggung kemungkinan tersangka lain? Irvon menjawab, kalau untuk kasus pungli sementara ini belum ada penambahan lagi dan sampai di sini dulu. Kalau pun ada, nanti pihaknya kembali akan menetapkan tersangka.

“Dalam kasus ini kan juga ada pengembangan terkait pengenaan retribusi di Pasar Pagar Dewa Kota Bengkulu. Dan itu sedang diperiksa juga. Untuk sementara ini kesimpulannya memang pungli itu adalah perbuatan dia sendiri, termasuk melakukan penagihan langsung uang lapak tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, pengacara tersangka, Syaiful Anwar, menyatakan pihaknya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan lantaran selama ini tersangka bersikap kooperatif saat dipanggil penyidik.

“Kalau soal penangguhan itu nanti, karena memang hak tersangka. Apakah nanti dikabulkan atau tidak tetap kembali kepada penyidik. Kalau sesuai prosedur kita akan mengajukan permohonan penangguhan, karena Pak Thomas ini sejak awal pemeriksaan selalu kooperatif atas panggilan penyidik dan semoga menjadi kebijaksanaan penyidik agar Pak Thomas ini bisa menjadi tahanan kota,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here