PPK dan Direktur PT Vickri Abadi Group Resmi Ditahan Penyidik Kejati Bengkulu

0
74
Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Achmad Fuadi. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu),

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Dua tersangka kasus Proyek Jalan Lingkungan Pemukiman Bengkulu Tahun 2015 senilai Rp 11 miliar, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Arbani dan Direktur PT Vikri Abadi Group Rosmen, akhirnya resmi ditahan penyidik Kejati Bengkulu. Penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik memeriksa kedua tersangka lebih kurang 5 jam sejak pukul 11.00 WIB.

Dijelaskan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol, melalui Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum), Ahmad Fuadi, bahwa kedua tersangka ditahan dan dititpkan di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero Kelas IIB Kota Bengkulu.

“Kedua tersangka dititipkan di Rutan Malabero. Alasan penahanannya sudah jelas, kedua tersangka sudah dipanggil secara baik-baik namun tidak kooperatif, makanya ditahan. Selain itu, karena alasan subjektif dan ojektif penyidik”, jelas Fuadi, Selasa (1/8/2017) di Kejati Bengkulu.

 

Berita Terkait :
Dijemput Paksa Jaksa, Tersangka Proyek Jalan Lingkungan Pemukiman ‘Lari’ ke Atap

 

Sementara itu, untuk 3 tersangka lainnya, lanjut Fuadi, pihaknya sudah melakukan pemanggilan ulang dan berharap para tersangka bisa kooperatif.

“Kami sudah panggil ulang untuk 3 tersangka lainnya. Besok itu, (Rabu, 2/8/2017) pemanggilan kembali atas nama Andi Rosliansyah. Mudah-mudahan dia bisa kooperatif,” ujarnya.

Terkait pasal yang diterapkan terhadap 2 tersangka yang ditahan, sambung Fuadi, tersangka Arbani dan Rosmen disangka dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here