Terdakwa Korupsi RS Bhayangkara Dituntut 8 Tahun Penjara dan UP Rp 7,9 Miliar

0
64

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU –Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau money laundry dana kas Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Sunoto, dituntut 8 tahun penjara oleh JPU Kejati Bengkulu, saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (26/7/2017).

“Hari ini, kami sudah melaksanakan tuntutan atas nama terdakwa, Sunoto. Dia dituntut Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Pasal 55 Ayat 1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Ia dituntut 8 tahun penjara dipotong masa tahanan,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol melalui Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Ahmad Fuadi, di Kejati Bengkulu.

Selanjutnya, kata Fuadi, terdakwa didenda uang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Bengkulu sebesar Rp 200 juta subsidiar 6 bulan kurungan.

“Untuk Uang Pengganti (UP), Sunoto membayar sebesar Rp 7,9 miliar. Kalau tidak membayar, diganti dengan hukuman penjara selama 3 tahun”, jelasnya.

Ditambahkan Fuadi, hal-hal yang memberatkan, karena sudah jelas terdakwa belum ada itikat baik pengembalian uang yang menyebabkan kerugian negara dalam kasus tersebut.

Diketahui, kejadian ini terungkap sekitar 19 September 2016 lalu saat pejabat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Urusan Keuangan RS Bhayangkara Bengkulu, Rutin Hayadi, mengetahui jika telah terjadi penarikan uang tunai dari rekening kas RS Bhayangkara sejumlah Rp 7,9 miliar. Penarikan tersebut terjadi sejak Juli hingga 1 September 2016 ketika Sunoto masih menjabat sebagai Kepala Keuangan RS Bhayangkara yang berada di Kelurahan Jitra Kota Bengkulu.

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here