Aspidsus Kejati Bengkulu : Sampai Ke Lubang Tanah Akan Kami Uber

0
70
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menegaskan, bahwa pihaknya akan menguber atau mengejar sampai ke lubang tanah terhadap tersangka-tersangka kasus dugaan korupsi Jalan Lingkungan Pemukiman Kumuh Tahun 2015 yang tidak tidak juga memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka.

Dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol, melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Henri Nainggolan, bahwa terhadap tersangka-tersangka yang sudah 2 kali tidak memenuhi panggilan penyidik itu masuk pada ambang batas.

“Kalau sampai 3 kali tidak juga hadir, kami uber. Sampai ke lubang tanah pun kami uber”, tegasnya, Sabtu (22/7/2017) di Kejati Bengkulu.

Disinggung tersangka Direktur PT Vickri Jaya Abadi, Rosemen, yang juga belum hadir dengan alasan sakit? Henri Menjawab, pihaknya akan menyusul ketempat dia berobat kalau memang itu sakit.

“Di Bengkulu saja kan ada rumah sakit, emang diopname dia ? Sampai menghalangi untuk datang”, kesalnya.

Diketahui, Penyidik Kejati Bengkulu sebelumnya telah menetapkan 1 tersangka lagi dalam kasus ini atas nama Andi Rosliansyah, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, karena diduga menerima aliran dana dalam proyek tersebut mencapai Rp 2,1 – Rp 2,2 miliar.

Adapun nama-nama tersangka dalam kasus ini yaitu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Arbani, Direktur Utama (Dirut) PT Vickri, Rosmen, 2 orang Konsultan Pengawas dari PT Kencana, Indra Syafri dan Ahmad Ansyori. Koorporasi PT Vickri Abadi Group dan mantan Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Andi Rosliansyah.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Aji Asmuni
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here