Mantan Kepala DPPKA Kota Bengkulu, M. Sofyan Resmi Ditahan Penyidik Kejati

0
57

 

Aspidsus Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu, M. Sofyan, Selasa (18/7/2017) sore akhirnya resmi ditahan Penyidik Kejati Bengkulu dalam kasus Sosialisasi Pajak Fiktif tahun 2016. Penahanan terhadap tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa lebih kurang 4 jam.

Dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol, melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Henri Nainggolan, bahwa penahanan dilakukan untuk mempercepat proses penyidikan.

“Alasan penahanan terhadap tersangka untuk mempermudah proses penyidikan supaya bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bengkulu”, katanya di Kejati.

Sama-sama diketahui, lanjut Henri, tersangka sudah 2 – 3 kali dipanggil tidak hadir dan tiba-tiba dia mengajukan Praperadilan.

“Artinya itukan menghambat penyidikan. Makanya kami lakukan penahanan. Mungkin di hotel prodeo (penjara) terbukalah fikirannya untuk mengakui perbuatannya”, ujarnya.

Henri menambahkan, penahanan dilakukan hingga 20 hari ke depan. Namun tidak menutup kemungkinan sebelum 20 hari sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan. Disinggung alasan penyidik menjadikan status tersangka lain yakni PPTK, Frans Antoni, sebagai Tahanan Kota? Henri menjawab, sejak awal memang Frans Antoni dijadikan Tahanan Kota oleh penyidik lantaran dia kooperatif.

“Sekali dipanggil dia (Frans Antoni) langsung datang”, sambungnya.

 

Berita Terkait :

PARAH !! Begini Trik-Trik Yang Dilakukan Pada Sosialisasi Pajak Fiktif di DPPKA Kota Bengkulu
Dugaan Sosialisasi Pajak Fiktif, Pemilik Rumah Makan Di Kota Bengkulu Dipanggil Penyidik

 

 

Sementara itu, Pengacara Tersangka, Syaiful Anwar menyatakan, pihaknya mengikuti proses hukum yang berlaku termasuk dilakukan penahanan terhadap kliennya.

“Ya ditahannya Pak M Sofyan hari ini bentuk kami mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena penahanan itu memang haknya penyidik”, ungkapnya.

Masih menurut Syaiful, langkah yang akan diambil atas penahanan ini pihaknya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan berharap dikabulkan.

“Tadi kami sudah mengupayakan permohonan agar tidak dilakukan penahanan. Tapi penyidik tetap bersikukuh untuk tetap menahan tersangka walaupun sudah disampaikan alasan dari klien saya M Sofyan, bahwa dia siap ditahan namun esok hari”, tutupnya.

Diketahui, kasus Sosialisasi Pajak Fiktif ini menelan anggaran senilai Rp 465 juta dan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 325 juta.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here