Praperadilan Direktur PT Vickri Jaya Abadi Ditolak

0
72
Syaful Anwar, Kuasa Hukum Tersangka Rosmen. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Sidang putusan Praperadilan dengan Pemohon Direktur PT Vickri Jaya Abadi, atas nama Rosmen, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, akhirnya ditolak hakim dan dimenangi pihak Termohon, Kejati Bengkulu.

Sidang yang digelar Senin (17/7/2017) ini terkait dengan penetapan Tersangka Pemohon dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Proyek Jalan Lingkungan Pemukiman Kota Bengkulu Tahun 2015 dengan anggaran senilai Rp 11 miliar yang bersumber dari APBN.

Dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol, melalui Koordinator Pidana Khusus (Pidsus), Adi Nuriyadin Sucipto, pihaknya bersyukur atas menangnya pihak Kejati sebagai Termohon dalam sidang putusan Praperadilan tersebut.

“Tadi sidang putusan Praperadilan atas Pemohon Rosmen, Alhamdulillaah kami Kejati Bengkulu sebagai pihak Termohon, menang,” ucapnya di Kejati Bengkulu.

Jadi, lanjut Adi, inti dari putusan itu bahwa seluruh dalil dari Pemohon ditolak karena hal tersebut sudah masuk pokok perkara.

“Kami dalam pertimbangan hakim sudah jelas bahwa apa yang dilakukan Penyidik Kejati Bengkulu itu sudah melebihi dari 2 alat bukti,” ujarnya.

Mulai dari keterangan saksi sebanyak 36 orang, termasuk Rosmen sebagai Tersangka juga sudah diperiksa sebagai saksi. Lalu, ada juga alat bukti surat.

“Ada berbagai bukti surat sampai kepada kerugian negara serta keterangan 2 orang ahli sebelum dilakukan penetapan tersangka. Sehingga hakim menyatakan bahwa penyidikan yang dilakukan Kejati Bengkulu tentang penetapan tersangka adalah sah, itu intinya,” jelas Adi.   

Sementara itu, Pengacara Pemohon, Syaiful Anwar, menyayangkan putusan hakim tersebut karena dinilai tidak mempertimbangkan keterangan 2 ahli hukum yang dihadirkan pihaknya.

“Kalau kami sangat menyayangkan putusan hakim tunggal praperadilan tadi atas ditolaknya permohonan praperadilan Pak Rosmen. Karena dalam pertimbangan hukum hakim menyampaikan, bahwa 2 ahli hukum yang kami hadirkan baik dari pidana maupun administrasi tidak dipertimbangkan lantaran dianggap sudah masuk pokok perkara,” paparnya.

Ditambahkan Syaiful, karena di Sidang Praperadilan itu tidak ada upaya hukum banding maupun kasasi, maka langkah selanjutnya pihaknya akan menunggu perkara ini dilimpahkan ke pengadilan untuk sidang pokok perkara.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here