Haruskah Mengkhatamkan Al-Quran di Bulan Ramadhan ?

0
68

Haruskah mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan? Hal ini dianjurkan oleh para ulama supaya kaum Muslimin bisa mendengar Al-Quran seluruhnya selama sebulan penuh.

Di antara ayat yang membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran yaitu ;

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran”. (QS. Al Baqarah : 185)

Ayat ini masih membicarakan puasa Ramadhan. Berarti bisa dipahami bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang dikhususkan bagi kita untuk mengkaji Al-Quran.

 

Khatam Al-Quran di Bulan Ramadhan Apakah Mesti ?

Ibnu Taimiyah berkata ; “Dalam Shalat Tarawih disunnahkan untuk mengkhatamkan Al-Quran kala itu. Inilah yang disepakati oleh para ulama bahkan itulah bagian dari maksud Tarawih. Tujuannya, adalah supaya kaum Muslimin bisa mendengarkan Al-Quran seluruhnya di bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran. Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang begitu semangat melakukan kebaikan. Beliau lebih bertambah semangat lagi di bulan Ramadhan. Saat itu pula Jibril mengajari beliau Al-Quran”. (Majmu’ Al Fatawa, 23 : 122-123)

Jelas sekali apa yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah Rahimahullaah. Hal ini dianjurkan oleh para ulama supaya kaum muslimin bisa mendengar Al-Quran seluruhnya selama sebulan penuh. Kalau ini tidak kita dapatkan dalam shalat, maka kita peroleh dengan tilawah Al-Quran di luar shalat dari mushaf.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, bahwa Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda ;

اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ » . قُلْتُ إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ « فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ »
“Bacalah (khatamkanlah) Al-Quran dalam sebulan”. ‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata ; “Aku mampu menambah lebih dari itu”. Beliau pun bersabda ; “Bacalah (khatamkanlah) Al-Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih dari pada itu”. (HR. Bukhari No. 5054)

Bukhari membawakan judul Bab untuk hadits ini,

باب فِى كَمْ يُقْرَأُ الْقُرْآنُ .وَقَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى ( فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ
“Bab berapa banyak membaca Al-Qur’an?” Lalu Beliau membawakan firman Allaah,

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ
“Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran”. (QS. Al Muzammil: 20)

Kata Ibnu Hajar, bahwa yang dimaksud oleh Imam Bukhari dengan membawakan Surat Al Muzammil ayat 20 di atas berarti bukan menunjukkan batasan bahwa satu bulan harus satu juz. Dalam riwayat Abu Daud dari jalur lain dari ‘Abdullah bin ‘Amr ketika Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam ditanya, “Berapa hari mesti mengkhatamkan Al Qur’an?” Beliau katakan, 40 hari. [Artinya, 1 hari bisa jadi kurang dari 1 juz]. Kemudian Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab lagi, “Satu bulan.” [Artinya, 1 hari bisa rata-rata mengkhatamkan 1 juz]. (Lihat Fathul Bari, 9 : 95)

Ibnu Hajar mengatakan ;

لِأَنَّ عُمُوم قَوْله : ( فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ) يَشْمَل أَقَلّ مِنْ ذَلِكَ ، فَمَنْ اِدَّعَى التَّحْدِيد فَعَلَيْهِ الْبَيَان
“Karena keumuman firman Allaah yang artinya, “Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran, mencakup pula jika kurang dari itu (kurang dari 1 juz). Barang siapa yang mengklaim harus dengan batasan tertentu, maka ia harus datangkan dalil (penjelas)”. (Fathul Bari, 9 : 95)

Ibnu Hajar juga menukil perkataan Imam Nawawi,

وَقَالَ النَّوَوِيّ : أَكْثَر الْعُلَمَاء عَلَى أَنَّهُ لَا تَقْدِير فِي ذَلِكَ ، وَإِنَّمَا هُوَ بِحَسَبِ النَّشَاط وَالْقُوَّة ، فَعَلَى هَذَا يَخْتَلِف بِاخْتِلَافِ الْأَحْوَال وَالْأَشْخَاص
“Imam Nawawi berkata, “Kebanyakan ulama berpendapat bahwa tidak ada batasan hari dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. Semuanya tergantung pada semangat dan kekuatan. Dan ini berbeda-beda satu orang dan lainnya dilihat dari kondisi dan individu”. (Fathul Bari, 9 : 97)

Abu Sa’id Al Khudri ketika ditanya firman Allaah,

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآَنِ
“Karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari AlQuran”. (QS. Al Muzammil: 20). Jawab Beliau, “Iya betul. Bacalah walau hanya lima ayat.” (Disebutkan dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 414)

Dalam riwayat Ath-Thabari disebutkan dengan sanad yang shahih, dijawab oleh Abu Sa’id, “Walau hanya lima puluh ayat”. (Diriwayatkan oleh Ath-Tahabari, 29 : 170)

Dari As-Sudi, ditanya mengenai ayat di atas, maka Beliau jawab, “Walau 100 ayat”. (Idem).

Intinya, semuanya tergantung kemudahan. Bagi yang mudah untuk mengkhatamkan Al-Quran satu bulan penuh, silakan khatamkan. Bagi yang tidak mampu, tidaklah terkena dosa.

Adapun tips bagi yang ingin mengkhatamkan Al-Quran satu bulan penuh :

– Al Quran terdiri dari 30 juz.
– 1 Juz terdiri dari 20 halaman (10 lembar).
– Buat target, sehabis tiap shalat 5 waktu untuk membaca 4 halaman (2 lembar).
– 1 hari bisa 1 juz yang didapatkan, sebulan bisa dapat 30 juz.

Semoga Allaah memudahkan kita untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai syahrul quran (bulan Al- Quran).

Hanya Allaah yang memberi taufik.

 

Sumber : muslim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here