Dinilai Ingin Bangun Dinasti, Rektor IAIN Bengkulu Didemo Dosen dan Mahasiswa

0
60
Ratusan massa terdiri dari mahasiswa dan dosen IAIN Bengkulu berunjuk rasa menuntut Rektor IAIN Sirdjuddin tidak dipilih lagi pada periode 2017 – 2020. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Ratusan mahasiswa dan Dosen IAIN Bengkulu, Selasa (13/6/2017) siang menggelar unjuk rasa di depan Gedung Rektorat. Aksi itu menuntut agar rektor mereka Prof. Siradjuddin mundur dari jabatannya. Karena ia dinilai sudah tidak memiliki kinerja yang baik lagi.

Plt Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Ujang Mahadi yang sekaligus juga koordinator aksi mengungkapkan, forum dosen dan mahasiswa IAIN dengan tegas menolak Prof Siradjuddin menjadi rektor untuk periode 2017-2020.

Plt Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Ujang Mahadi yang juga selaku koordinator aksi. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

Menurutnya, sudah saatnya Siradjuddin mundur dari jabatannya karena sudah 14 tahun memegang sejumlah jabatan di kampus yang berada di kawasan Air Sebakul Kota Bengkulu itu.

“Dia (Siradjuddin,red) sudah terlalu lama menjabat. 2 tahun sebagai Ketua STAIN Bengkulu, 4 tahun menjabat Rektor IAIN Bengkulu dan 8 tahun menjabat sebagai Pembantu Ketua II STAIN Bengkulu. Totalnya sudah 14 tahun memegang jabatan di IAIN. Dan kami menilai itu sudah cukup lama sekali”, ungkap Ujang.

Keluhan massa lainnya yang disampaikan adalah tindakan Rektor IAIN Bengkulu yang dinilai tidak baik, seperti kerap melakukan kekerasan verbal kepada dosen, menyalahgunakan fasilitas negara dan juga menyalahgunakan kekuasaan. Banyak keluhan yang disampaikan rekan-rekan dosen, karyawan dan mahasiswa terkait rektor itu sehingga massa menginginkan rektor yang jujur dan tidak suka menyalahgunakan kekuasaannya.

“Ada pilih kasih di antara fakultas. Selain itu, beliau (Siradjuddin) sering mengangkat kolega dan orang kepercayaannya untuk mengisi jabatan di sini. Seolah-olah semua bisa dia yang atur,” beber Ujang.

Ditambahkan Ujang, kepemimpinan Siradjuddin menjadi Rektor IAIN Bengkulu terindikasi karena adanya keinginan untuk membangun dinasti di kampus hijau tersebut.

“Ia menunjuk anggota senat utusan dosen bukan atas dasar pemilihan semestinya sehingga banyak dugaan indikasi rencana membangun dinasti di IAIN Bengkulu”, tutup Ujang.

Pantauan RedAksiBengkulu.co.id, aksi damai ini berlangsung cukup singkat. Massa hanya berorasi menyampaikan sejumlah tuntutannya, namun sang rektor sendiri tidak nampak keberadaannya.

Diketahui juga, rektor yang sedang didemo itu justru tidak berada di lokasi kampus dan sama sekali tidak menemui massa pendemo. Alhasil, konfirmasi terhadap persoalan ini pun belum bisa dilakukan.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Tata Riri
Editor : Oktiviani Seputri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here