Lailatul Qadr Adalah Keyakinan Muslim Terhadap Takdir

0
61

Di antara maksud Lailatul Qadr adalah waktu penetapan atau pencatatan takdir tahunan. Adapun keyakinan seorang muslim terhadap takdir, ia harus meyakini bahwa Allaah mengetahui takdir hingga masa akan datang. Dia mencatat takdir tersebut, yang Dia tetapkan pasti terjadi serta Dia pun menciptakan perbuatan hamba.

Imam Nawawi Rahimahullaah berkata ; Disebut Lailatul Qadr karena di malam tersebut dicatat untuk para malaikat catatan takdir, rezeki dan ajal yang terjadi pada tahun tersebut. Hal ini sebagaimana firman Allaah Ta’ala ;

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (maksudnya: takdir dalam setahun, -pen).” (QS. Ad-Dukhon : 4)

Begitu pula firman Allaah Ta’ala,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan” (QS. Al-Qadr : 4).

Yang dimaksud ayat ini adalah diperlihatkan pada malaikat kejadian-kejadian dalam setahun, lalu mereka diperintahkan melakukan segala yang menjadi tugas mereka. Namun takdir ini sudah didahului dengan ilmu dan ketetapan Allaah lebih dulu. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 8:57)

Mengenai surat Ad-Dukhon ayat 4 di atas, Qotadah Rahimahullaah berkata ; “Yang dimaksud adalah pada malam Lailatul Qadr ditetapkan takdir tahunan”. (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 13 : 132)

Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa, dicatat dalam induk kitab pada malam Lailatul Qadr segala yang terjadi selama setahun berupa kebaikan, kejelekan, rezeki dan ajal, bahkan sampai kejadian ia berhaji. (Disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir, 7: 338)

Ibnu Katsir Rahimahullaah berkata ; “Pada malam Lailatul Qadr ditetapkan di Lauhul Mahfuzh mengenai takdir dalam setahun yaitu terdapat ketetapan ajal dan rezeki, begitu pula berbagai kejadian yang akan terjadi dalam setahun. Demikianlah yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak, dan ulama salaf lainnya”. (Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim dalam penjelasan ayat di atas)

Syaikh As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman berkata ; “Ada salah satu pencatatan kitab yang terdapat pada malam Lailatul Qadr. Kitab tersebut dicatat namun masih bersesuaian dengan takdir yang dulu sudah ada. Dimana Allaah sudah menetapkan berbagai takdir makhluk, mulai dari ajal, rezeki, perbuatan serta keadaan mereka. Dalam penulisan tersebut, Allaah menyerahkan kepada para malaikat. Takdir tersebut dicatat pada hamba ketika ia masih berada dalam perut ibunya. Kemudian setelah ia lahir ke dunia, Allaah mewakilkan kepada malaikat pencatat untuk mencatat setiap amalan hamba. Di malam Lailatul Qadr tersebut, Allaah menetapkan takdir dalam setahun. Semua takdir ini adalah tanda sempurnanya ilmu, hikmah dan ketelitian Allaah terhadap makhluk-Nya”.

Semoga dengan semakin merenungkan tulisan di atas, kita pun semakin merenungkan malam kemuliaan Lailatul Qadr dan semakin beriman pula pada takdir Ilahi.

 

Sumber: muslim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here