Dibongkar Tanpa Alasan Yang Jelas, Bak Sampah Di Kelurahan Durian Depun Dibangun Lagi

0
69
Sampah yang menumpuk di dekat Pos Polisi atau di depan komplek Rumah Dinas Sekda Kepahiang di Kelurahan Durian Depun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. (Foto : WA)

RedAksiBengkulu.co.id,KEPAHIANG – Pascadibongkarnya bak sampah di dekat Pos Polisi atau di depan komplek rumah dinas Sekda Kepahiang di Kelurahan Durian Depun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu sekitar 3-4 bulan lalu, akhirnya bak sampah itu akan dibangun kembali.

Posisi dibangunnya kembali tempat sampah itu masih di tempat semula. Hanya saja, sedikit mundur ke belakang supaya armada sampah ketika mengangkut sampah-sampah itu tidak menggangu arus lalu lintas Jalan Raya Lintas Bengkulu – Curup.

Ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Camat Merigi Hairah Aryani, bersama Babinkamtibmas dan Babinsa ketika meninjau lokasi, Senin (12/6/2017) pagi.

Kepada RedAksiBengkulu.co.id Hairah Aryani mengatakan, dibangunnya kembali bak sampah yang sebelumnya memang sudah ada di titik itu, menjawab keresahan warga yang kebingungan buang sampah selama ini. Hairah juga menjelaskan, setelah adanya bak sampah itu kelak, warga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi.

Mengingat selama ini pasca dibongkar bak sampah dan dipagarnya lokasi bekas bangunan bak sampah itu, masih banyak warga yang membuang sampah di bekas bongkaran bak sampah di pinggiran jalan tersebut. Sehingga mengakibatkan pemandangan dan bau tak sedap.

“Kita tidak usah lagi mempermasalahkan pembongkaran bak sampah yang dulu.  Kami berharap, dengan dibangunnya lagi bak sampah petugas armada sampah Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) harus mengangkutnya setiap hari ke TPA supaya tak menumpuk”, sambung Hairah.

Di sisi lain, dibangunnya bak sampah ini wujud koordinasi dari warga setempat yang melibatkan Wakil Bupati Kepahiang Netty Herawati. Alhasil, dari rembukan lintas koordinasi itu, disepakati dibangun kembali bak sampah di posisi semula. Bak sampah itu akan dibangun permanen dan dilakukan secara swadaya serta sumbangan material bangunan dari salah seorang donatur, Mariati Wijaya.

Mariati menjelaskan, sejak bak sampah dibongkar, ia sendiri yang notabene tinggal di wilayah tersebut mengaku kebingungan membuang sampah dimana? Sementara ia juga sering mengamati, selain warga setempat masih membuang sampah di lokasi itu, banyak juga warga jauh yang membuang sampah di sana. Ironinya lagi, dampak dari tumpukan sampah selama ini nyaris mendekati gerbang komplek rumah dinas.

“Saya pernah perhatikan, yang buang sampah di situ selama ini banyak juga dari (warga) luar. Mereka kadang pakai mobil, ada juga pakai motor berhenti, lalu meninggalkan sampah. Kan lucu. Saya saja bingung mau buang sampah dimana, ini malah orang-orang seenaknya saja buang di situ. Padahal sudah ada tulisan larangan buang sampah”, papar Mariati.

Setelah ia berkordinasi dengan pihak terkait, sambungnya, alhasil direstuilah dibangun kembali bak sampah. Dan bak sampah yang akan dibangun itu nantinya akan dibuat 2 ruang. Satu untuk sampah kering dan satunya untuk sampah basah. Itu juga akan mempermudahkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah ke truk.

“Karena saya ada sedikit rejeki, saya rela menyumbang material. Toh, kalau bak sampah itu ada, saya juga yang akan membuang sampah di situ nantinya”, demikian Mariati.

Diketahui, pembangunan bak sampah ini sempat mendapat penolakan dari salah satu penghuni komplek Rumdin Sekda Kepahiang yang menyatakan jika lokasi bak sampah tersebut berada di atas lahan yang belum jelas status kepemilikannya. Sehingga dimungkinkan hal itu juga yang menjadi pemicu bak sampah yang tadinya sudah ada lalu dibongkar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here