Rahasia Infaq Di Bulan Ramadhan

0
55

Mengapa Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam lebih meningkatkan kedemawanan di bulan Ramadhan? Al Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan, banyak faidah melakukan demikian.

Dalam Hadits Ibnu Abbas disebutkan ;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

“Rasulullaah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadhan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadhan untuk mudarosah (mempelajari) Al-Qur’an”. (HR Al-Bukhari).

Hadits tersebut memberikan faidah kepada kita bahwa kedermawanan hendaknya lebih ditingkatkan lagi di bulan Ramadhan. Beliau berkata ; “Meningkatnya kedermawanan Rasulullaah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di bulan Ramadlan secara khusus memberikan faidah yang banyak”.  Diantaranya :

Pertama: Bertepatan dengan waktu yang mulia dimana amalan dilipatkan gandakan pahalanya bila  bertepatan dengan waktu yang mulia.

Kedua: Membantu orang-orang yang berpuasa, sholat malam, dan berdzikir dalam ketaatan mereka,  sehingga orang yang membantu itu mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang dibantu. Sebagaimana orang yang memberikan persiapan perang kepada orang lain mendapat pahala seperti orang yang berperang.

Ketiga: Allaah sangat dermawan kepada hamba-hamba-Nya di bulan Ramadhan dengan memberikan kepada mereka rahmat, ampunan dan kemerdekaan dari api neraka, terutama di malam Lailatul Qadr. Allaah merahmati hamba-hamba-Nya yang kasih sayang, sebagaimana Sabda Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam ;

إِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

“Sesungguhnya Allaah hanyalah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Barang siapa yang dermawan kepada hamba-hamba Allaah, maka Allaah pun akan dermawan kepadanya dengan karunia-Nya, dan balasan itu sesuai dengan jenis amalan.

Keempat: Menggabungkan puasa dan sedekah adalah sebab yang memasukkan ke dalam surga, sebagaimana dalam Hadits Ali Radhiyallaahu ‘Anhu Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda ;

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَام

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang luarnya terlihat dari dalamnya, dan dalamnya terlihat dari luarnya.” Seorang Arab Badui berdiri dan berkata, “Untuk siapa wahai Rasulullaah?” Rasulullaah bersabda ; ‘Untuk orang yang membaguskan perkatannya, memberi makan, senantiasa berpuasa, dan shalat malam karena Allaah sementara manusia sedang terlelap tidur”. (HR. At Tirmidzi).

Amalan-amalan yang disebutkan dalam Hadits ini semuanya ada dalam bulan Ramadhan, maka terkumpul pada seorang mukmin puasa, Qiyamullail, shodaqoh, dan berbicara baik karena orang yang sedang berpuasa dilarang melakukan perbuatan sia-sia dan kotor.

Kelima: Menggabungkan antara puasa dan sedekah lebih memberikan kekuatan yang lebih untuk menghapus dosa dan menjauhi api neraka, terlebih bila ditambah sholat malam. Dalam hadits yang shahih Rasulullaah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan, bahwa puasa adalah perisai. Beliau juga mengabarkan bahwa shodaqoh itu dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api.

Keenam: Orang yang berpuasa tentunya tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan, maka shodaqoh dapat menutupi kekurangan dan kesalahan tersebut, oleh karena itu diwajibkan Zakat Fitrah di akhir Ramadhan sebagai pensuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata yang kotor.

Faidah lainnya adalah yang disebutkan oleh Imam Asy Syafi’i, beliau berkata, “Aku suka bila seseorang meningkatkan kedermawanan di bulan Ramadhan karena mengikuti Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, juga karena kebutuhan manusia kepada perkara yang memperbaiki kemashlatan mereka, dan karena banyak manusia yang disibukkan dengan berpuasa dari mencari nafkah”.

Sumber : muslim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here