Begini Sikap PT JOP Terkait Tuntutan Pekerjanya Yang Mogok Kerja

0
68
Aksi mogok kerja yang dilakukan ratusan karyawan PT JOP Bengkulu Utara. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Bagian Humas PT Julang Oca Permana (JOP)  Bakrie Group Yarman mengungkapkan, terkait pergantian pemilik (take over) perusahaan ke PT Sumber Generasi Jaya (SGJ), memang perusahaan tidak bisa memenuhi keinginan pekerja. Itu karena tidak adanya perjanjian di awal antara perusahaan dengan para pekerjanya tersebut.

Terlebih, keinginan pekerja mendapatkan pesangon dua kali lipat tersebut. Lagipula, sambungnya, perihal pemberian pesangon dua kali lipat itu tidak tertera dalam aturan ketenagakerjaan.

“Alasan kami tidak ingin memenuhi kemauan pekerja sudah sangat jelas. Selain tidak adanya perjanjian itu, juga di aturan ketenagakerjaan tidak ada”, kata Yarman dihubungi via telpon genggamnya, Selasa (30/5/2017).

Dipaparkannya lagi, mengenai apa yang disampaikan para pekerja itu bahwa kejadian take over perusahaan pernah dialami perusahaan Bakrie Group lainnya. Namun tetap tidak bisa diberlakukan karena perihal itu sifatnya atas dasar kesepakatan dan kebijakan perusahaan.

“Soal apa yang disampaikan pekerja waktu itu belajar dari pengalaman perusahaan Bakrie lainnya. Itu bukan tertuang di aturan melainkan hasil kesepakatan dan bukan pemenuhan tuntutan. Jadi, saat ini kami akan tetap pada pendirian yakni tidak bisa memberikan pesangon dua kali lipat,” sambungnya.

Di sisi lain, kata Yarman lagi, polemik antara perusahaannya dengan ratusan pekerja yang mogok kerja itu akan ditentukan Rabu (31/5/2017) besok. Pihak perusahaan dan pekerja akan kembali dipertemuankan di Hotel Raflesia Argamakmur Bengkulu Utara (BU).

“Iya besok kami akan pertemuan lagi. Dalam pertemuan kelak, kami masih tetap dengan pendirian kami”, sambungnya.

Hanya saja, kemungkinan dalam pertemuan kelak PT JOP akan memberikan tawaran lain kepada ratusan pekerjanya yang dinilai tidak memberatkan perusahaan.

“Perusahaan akan menawarkan solusi yang terbaik kepada pekerja. Dan intinya sama-sama tidak diberatkan”, tutupnya.

 

Berita Terkait :

Pergantian Pemilik Diam-diam, 360 Pekerja Perusahaan Perkebunan Ini Pilih Mogok Kerja
Disnakertrans BU Akui Tak Ada Kesepakatan Pada Mediasi PT JOP dengan Para Pekerjanya

 

Diketahui, 360 pekerja PT Julang Oca Permana (JOP) yang bertempat di Desa Sebayur Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu, mogok kerja, Rabu (24/5/2017). Dari ratusan pekerja itu, 100 orang diantaranya merupakan pekerja tetap dan 260 orang pekerja tidak tetap dari warga desa setempat.

Alasan mereka mogok kerja, karena perusahaan perkebunan yang juga merupakan anak perusahaan grup Bakrie Plantation yakni PT JOP itu berpindah pemilik ke PT SGJ. Atas dasar pergantian pemilik namun tanpa diketahui para pekerjanya itulah sehingga membuat ratusan pekerja mogok kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here