Disnakertrans BU Akui Tak Ada Kesepakatan Pada Mediasi PT JOP dengan Para Pekerjanya

0
60
Aksi mogok kerja yang dilakukan ratusan karyawan PT JOP Bengkulu Utara. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu Fachrudin mengatakan, PT Julang Oca Permana (JOP) semestinya harus mematuhi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Meski telah beralih kepemilikan, lanjut Fachrudin, dalam hal ini berganti ke pemilik PT Sumber Generasi Jaya (maaf, sebelumnya tertulis Sumber Generasi Abadi), namun PT JOP harus memenuhi seluruh hak pekerja dengan tidak memutuskan hubungan kerja. (Baca : Pergantian Pemilik Diam-diam, 360 Pekerja Perusahaan Perkebunan Ini Pilih Mogok Kerja)

Sesuai dengan pasal 151 ayat (2) UU Nomor 13 Tahun 2003 dijelaskan, jika pemutusan hubungan kerja tidak bisa dihindarkan, wajib  dirundingkan oleh pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh atau dengan pekerja/buruh apabila pekerja/buruh yang bersangkutan  tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh.

“Dari aturan itu sudah jelas, bahwa PT JOP harus memberi pesangon jika memang ada pemutusan hubungan kerja. Dan di aturan itu juga dijelaskan bagaimana penghitungan pembayaran pesangon”, terang Fachrudin.

Fachrudin menambahkan, pihaknya sudah memediasi pihak pekerja yang dalam hal ini diwakilkan beberapa pekerja dengan pihak manajeman PT JOP. Namun diakuinya tidak menemui kesepakatan. Sehingga pihak pekerja memilih berkordinasi ke Disnakertrans Provinsi Bengkulu.

“Pada persoalan ini, kami ini cuma memfasilitasi kedua belah pihak supaya menemukan solusi. Dan ini juga sudah bagian dari kewajiban kami. Kalaupun belum ada kesimpulan, pihak pekerja bisa lanjut ke PHI (Pengadilan Hubungan Industrial). Karena kami sudah jalani sesuai aturan”, demikian Fachrudin.

Diketahui, sebanyak 360 pekerja PT Julang Oca Permana (JOP) yang bertempat di Desa Sebayur Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu, mogok kerja, Rabu (24/5/2017). Dari 360 pekerja itu, 100 orang diantaranya merupakan pekerja tetap dan 260 orang pekerja tidak tetap dari warga desa setempat.

Alasan mereka mogok kerja, karena perusahaan perkebunan yang juga merupakan anak perusahaan Bakrie Plantation yakni PT JOP itu berpindah pemilik ke PT SGJ. Atas dasar pergantian pemilik namun tanpa diketahui para pekerjanya itulah sehingga membuat ratusan pekerja mogok kerja.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here