Ketua Tim Saber Pungli Bengkulu Utara : Pungli Di Sekolah Tak Bisa Ditindak, Karena….

0
68

Laporan : Firdaus

Jabat tangan Bupati Bengkulu Utara, Mian dengan Ketua Tim Saber Pungli Bengkulu Utara, Kompol Eko Sisbiantoro, pasca launching nomor call centre beberapa waktu lalu. (Foto : Dok/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Diketahui, bahwa di SMKN 2 Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara disebut-sebut ada praktek pungutan liar (pungli) yang ditetapkan oleh kepala sekolahnya. Yakni, adanya iuran/pungutan uang komite sekolah. Di sekolah lainnya juga menyusul terungkap adanya praktek pungutan iuran komite sekolah.

Padahal iuran tersebut sudah dirasa salah seorang orangtua/wali murid sekolah itu memberatkan. Karena menurut pengakuan orangtua/wali murid itu tidak mengetahui peruntukan dari iuran yang dipungut setiap bulannya sebesar Rp 120.000/orang. (Baca : Pungutan Uang Komite Sekolah Di SMKN 2 Argamakmur Sempat Ditiadakan, Tapi Kini Ada Lagi)

Menyikapi persoalan ini kepada Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Bengkulu Utara, ternyata menurut ketua tim ini, Kompol Eko Sisbiantoro, bahwa perkara pungli tersebut tidak bisa ditindaklanjuti.

“Ini menjadi dilema bagi kami. Meskipun Ketua Saber Pungli Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa itu pungli, tapi kami tidak bisa mengambil tindakan lantaran anggarannya tidak ada”, kata Eko kepada awak media.

Ditambahkannya, pungutan komite sekolah itu sudah berlangsung sejak awal di seluruh sekolah di Bengkulu Utara. Sementara pihaknya untuk mengambil kebijakan namun pihak sekolah memiliki alasan tersendiri. Meski apapun alasan dari pihak sekolah itu telah dibantah Ketua saber Pungli Provinsi Bengkulu, Rafiq.

Pun demikian, lanjut Eko, pihaknya akan tetap menjalankan tugas sebagai pengurus dari satgas yang ditunjuk oleh presiden itu untuk menindak praktek pungli di sekolah. Akan tetapi, lagi-lagi tim masih bergantung pada anggaran yang dikucurkan oleh Pemkab Bengkulu Utara kelak.

“Tetap akan kami tindak tapi menunggu anggaran turun”, ujarnya.

Disinggung dengan anggaran yang sebelumnya akan dikucurkan Pemkab Bengkulu Utara melalui pos anggaran dana tidak terduga sebesar Rp 190-an juta, Eko menjawab dana segitu tidak bisa melakukan penindakan. Padahal, Eko sendiri pernah menyebutkan, bahwa anggaran Rp 190-an juta itu akan digunakan untuk operasional penyelidikan dan penyidikan atas laporan pungli yang masuk. (Baca : Tim Saber Pungli Bengkulu Utara Dapat Kucuran Dana Rp 190 Juta)

“Anggaran itu tidak cukup untuk menindak. Makanya kita akan menunggu anggaran, baru bisa menindak pungli di dunia pendidikan ini”, sambung Eko.

Di sisi lain, ironinya dari pengungkapkan iuran komite sekolah yang dinilai memberatkan orangtua/wali murid ini, justru berdampak pada siswa/siswi itu sendiri. Pasalnya, di SMK lainnya di Kota Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara, jika siswa/siswi yang tidak menyelesaikan iuran komite sekolah tersebut maka tidak akan mendapatkan nomor ujian dan dipastikan tidak bisa ikut Ujian Semester. (Baca : Polemik Pungli di Bengkulu Utara, Belum Bayar Uang Komite Sekolah Tak Bisa Ujian Semester)

 

Baca Juga : 

Ketua DPRD Bengkulu Utara : Tim Saber Pungli Bengkulu Utara Dipastikan Stagnan

Sekalipun Di Lingkungan Setdakab, Tim Saber Pungli Bengkulu Utara Siap Tindak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here