Pungutan Uang Komite Sekolah Di SMKN 2 Argamakmur Sempat Ditiadakan, Tapi Kini Ada Lagi

0
60

Laporan : Firdaus

Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Provinsi Bengkulu, roadshow sosialisasi tindak pidana pungli di Balai Ratu Samban Argamakmur, Selasa (16/5/2017), (Foto ; Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Provinsi Bengkulu Kombes Pol A Rafiq sebelumnya menyatakan bahwa yang namanya pungutan dari komite sekolah adalah pungli. Itu diungkapkan A Rafiq pada road show sosialisasi di Balai Ratu Samban Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara, Selasa (16/5/2017). (Baca : Ketua Saber Pungli Provinsi Bengkulu : Uang Komite Sekolah Itu Murni Pungli)

Namun pada faktanya masih ada sekolah di Argamakmur yang memberlakukan pungutan terhadap wali murid di sekolah. Disebut-sebut sekolah itu adalah SMKN 2 Bengkulu Utara.

Menurut pengakuan salah seorang wali murid, di sekolah itu ada pungutan uang komite sebesar Rp 120.000 per bulan. Wali murid ini merasa keberatan karena ia mengaku tak mengetahui peruntukkan uang tersebut.

“Saya keberatan karena penghasilan saya pas-pasan. Lagi pula saya tidak tahun uang itu peruntukkannya untuk apa?” kata wali murid yang minta identitasnya disamarkan, Rabu (17/5/2017).

Bahkan, sambungnya, bukan cuma uang komite sekolah yang dirasa memberatkan. Pungutan lainnya yang dinilai memberatkan yakni Uang Kompetensi Rp 400 ribu dan iuran OSIS. Padahal, uang komite sekolah itu sempat ditiadakan. Namun iuran itu muncul lagi setelah adanya pergantian kepala sekolah.

“Kepala sekolah sebelumnya sempat meniadakan pungutan uang komite sekolah. Tapi pas ganti kepala sekolah, iuran itu malah ada lagi dan bahkan bertambah lagi. Saya herannya di situ dan terang saja saya sangat keberatan”, paparnya.

Terpisah, Kepala Tata Usaha (TU) SMKN 2 Argamakmur Sirajudin ketika ditemui awak pers mengakui adanya pungutan tersebut, Namun ia tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut karena menurutnya yang lebih pantas menjelaskan adalah kepala sekolahnya. Karena Kepala SMKN 2 Argamakmur itu sendiri, yakni Firdaus, sedang tidak berada di tempat.

“Iuran itu memang ada. Tapi seperti apa kebijakan yang dikeluarkan dari kepala sekolah, saya tidak tahu. Bagusnya, silakan tanya langsung ke kepala sekolah. Karena ini bukan kewenangan saya”, demikian Sirajudin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here