Dalami Kasus Jalan Pulau Enggano 2015, 2 Mantan PPK Diperiksa Penyidik Kejati Bengkulu

0
70

Laporan : Julio Rinaldi

Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Sendjun Manulang. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Guna mendalami dugaan korupsi proyek Jalan Enggano Tahun Anggaran 2015 senilai Rp 18,9 miliar yang bersumber dari APBN, dua mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, diperiksa penyidik.

Mereka adalah Apri Supriden selaku PPK Tahun Anggaran 2013 dan Ashar selaku PPK Tahun Anggaran 2014. Pemeriksaan ini terkait pembuatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pada tahap perencanaan dalam proyek tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati Bengkulu), Sendjun Manulang melalui Koordinator Pidana Khusus (Pidsus) Adi Nuriyadin Sucipto menjelaskan, bahwa pendalaman atas kasus itu berdasarkan perintah dari pimpinan karena statusnya masih tahap penyelidikan.

“Pimpinan (kajati) ‘kan memerintahkan dilakukan pendalaman lagi untuk kasus Jalan Enggano 2015, makanya dipanggil kedua saksi untuk dimintai keterangan pada tahap perencanaannya”, ujar Adi, Senin (15/5/2017) usai memeriksa di Kejati Bengkulu.

Dalam pemeriksaan, kata Adi, kedua saksi menjabat PPK pada Paket 04 Jalan Enggano dan Curup. Adi juga menjelaskan jika ia juga menanyakan bagaimana pembuatan HPS itu? Pernah disurvei atau tidak distributor material proyek tersebut dan lokasi distributornya? Serta prosesnya sudah sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah atau tidak?

“Dari hasil pemeriksaan, diduga dalam proyek itu tidak disurvei harga perbandingan material dan distributornya. Pun adanya mark up harga material”, imbuh Adi.

Diketahui, kedua saksi saat ini menjabat sebagai salah seorang kepala seksi (kasi) di Dinas Pekerjaan Umumm Provinsi Bengkulu. Saksi diperiksa sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB dengan mengenakan pakaian dinas ASN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here