Polemik PLTA Ujan Mas dengan Desa Di Sepanjang Aliran Sungai Musi Tak Berkesudahan Karena….

0
77

Laporan : Hendra Afriyanto

Petugas PLTA membersihkan Eceng Gondok dengan bambu panjang menyingkirkan ke tepian sungai. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Kepala Desa (Kades) Air Hitam dan Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu ternyata sudah pernah mengusulkan kerjasama kepada PT PLN (Persero) Pengendali Pembangkit (Dalkit) Sektor Bengkulu (SBKL) atau PLTA Ujan Mas.

Kepada RedAksiBengkulu.co.id, Kades Air Hitam Arfan Tauzi mengatakan, desanya bersama dengan Desa Tanjung Alam sudah pernah mengajukan permohonan proposal kerjasama kepada PLTA Ujan Mas terkait pembersihan Eceng Gondok yang membentang di sepanjang aliran Sungai Musi, pada awal Maret 2017 lalu. Namun sampai kini tidak ada tindaklanjut dari perusahaan penghasil listrik tersebut.

Dalam proposal itu, sambung Arfan, desanya dan Desa Tanjung Alam bersepakat akan mengajak warga desa untuk bergotong-royong membersihkan Eceng Gondok. Dijelaskan Arfan, maksud dari usulan proposal ke PLTA itu, yang mana warga desa nantinya akan menyumbang tenaga untuk mengangkat Eceng Gondok di sepanjang Sungai Musi. Sedang dari pihak PLTA diharapkan menyumbang dana untuk operasional pembersihan.

“Dana (dari PLTA) itu nantinya untuk membeli perlengkapan kerja yang dibutuhkan saat gotong-royong dan beli makan minum warga. Itu saja kok, tidak lebih. Kami warga desa ini tidak minta upah dari PLTA”, kata Arfan.

Ironinya, sambung Arfan, ketika kejadian meluapnya air Sungai Air Lanang dan Sungai Air Hitam yang disebabkan dari luapan air di Sungai Musi itu, ia sempat menelpon pihak PLTA Ujan Mas untuk membuka pintu air. Di sisi lain Arfan juga menyempatkan menanyakan perkembangan proposal kerjasama pembersihan Eceng Gondok yang diajukan ke PLTA. (Baca : Pagi Tadi, Warga Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kepahiang Ini Dikejutkan Dengan…)

“Waktu saya telpon pihak PLTA menanyakan usulan proposal kami, apa jawaban PLTA? ‘Proposal yang mana?’ Nah, itu kesannya gimana? Apa lupa dengan proposal kami atau jangan-jangan proposal kami malah tidak sampai?” papar Arfan.

Kata Arfan lagi, sebelum Desa Air Hitam dan Desa Tanjung Alam mengajukan proposal, ia dan Kades Tanjung Alam, Ferry Marzoni, terlebih dahulu mereka mendatangi manajemen PLTA untuk berkonsultasi dan berkordinasi terkait rencana gotong-royong tersebut. Dan pihak PLTA pun merespons positif, bahkan pihak desa diminta ajukan proposal secepatnya.

“Proposal sudah diajukan sekitar 2 bulan lalu? Ketika kami tanya sejauh mana perkembangan proposal tersebut, malah jawaban yang kami dapat seperti itu. Niat kerjasama tidak sebenarnya PLTA ini?” demikian tegas Arpan.

 

 

Berita Terkait :

Astaghfirullaah !! Ternyata Penyebab Desa Air Hitam Kepahiang Terendam Banjir Adalah ….

Manajer PLTA Ujan Mas Kepahiang Akui Eceng Gondok Penyebab Meluapnya Air Sungai Musi

 

Kades Tanjung Alam Ferry Maroni ketika menemui Wabup Kepahiang Netty Herawati. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Kades Tanjung Alam Ferry Marzoni menimpali, terkait proposal yang pernah diajukan ke PLTA itu serasa tidak sampai. Buktinya, sambung Ferry, ketika pihak PLTA bersama rombongan Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid dan anggota DPRD Kepahiang berkunjung ke Desa Air Hitam pascabanjir, pada Rabu (3/5/2017) sore, menurut pihak PLTA, proposal kerjasama yang dimaksudkan itu ternyata tidak pernah diterima PLTA Ujan Mas. (Baca : Turun Dari Pesawat, Bupati Kepahiang Langsung Ke Desa Air Hitam)

“Waktu rombongan bupati dan pihak PLTA kunjungi Desa Air Hitam, saya juga hadir di rumah Kades Air Hitam. Saat itu saya katakan kepada pihak PLTA, bagaimana kelanjutan proposal kami? Malah dijawab pihak PLTA tak pernah menerima proposal. Terus saya katakan, proposal kami waktu itu kami titipkan pada satpam (PLTA)”, imbuh Ferry ketika ditemui usai menemui Wakil Bupati (Wabup) Kepahiang, Netty Herawati.

Disinggung maksud tujuan ia menemui Wabup Kepahiang Netty Herawati apakah ada kaitannya dengan persoalan dari dampak PLTA Ujan Mas itu, dibenarkan Ferry. Kata Ferry, bahwa ia sedang berkonsultasi dan berkoordinasi kepada Pemkab Kepahiang dalam hal ini melalui Wabup Kepahiang untuk mencari solusi supaya persoalan luapan air dampak dari Eceng Gondok itu bisa segera teratasi.

“Kami membicarakan supaya permasalahan (dampak luapan air sungai) ini segera selesai”, kata Ferry.

Karena pada dasarnya, sambung Ferry, persoalan PLTA Ujan Mas dengan desa-desa sekitar aliran Sungai Musi ini sebenarnya persoalan sederhana yang bisa diatasi dengan mudah selagi pihak PLTA ‘welcome’ dengan desa-desa. Mengingat, PLTA juga butuh kenyamanan kerja dalam memproduksi listrik dan warga desa di sepanjang aliran Sungai Musi juga ingin lepas dari kekhawatiran atau rasa dihantui banjir. (Baca : Malam Ini, Warga Desa Air Hitam Kepahiang Tidak Boleh Tidur Nyenyak Karena Khawatir….)

“Selagi pihak PLTA memegang teguh konsistensi dan komitmen dengan desa-desa di sepanjang aliran Sungai Musi, saya yakin tidak akan ada persoalan ini lagi. Toh PLTA itu kan ada dana rutin CSR-nya dan tidak mengganggu dana operasional kerja mereka. Manfaatkan dan peruntukanlah sebagaimana mestinya CSR itu sesuai dengan sasaran”, demikian Ferry.

 

Baca Juga :

Disinggung  Soal Eceng Gondok Di Perairan Sungai Musi, Ini Jawaban PLTA Musi Ujan Mas ….

PLTA Musi Ujan Mas : Silakan Ajukan Proposal, Kades Air Hitam : Perbaikan Jembatan Gantung Tetap Berjalan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here