Astaghfirullaah !! Ternyata Penyebab Desa Air Hitam Kepahiang Terendam Banjir Adalah ….

0
74

Laporan : Hendra Afriyanto

Anggota DPRD Kepahiang Armin Jaya, ketika mendatangi PLTA Ujan Mas. (Foto : Hendra Afriyanto/ RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Ternyata penyebab Sungai Air Lanang dan Sungai Air Hitam yang meluap hingga merendam beberapa rumah warga di Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu beberapa hari lalu adalah Eceng Gondok. Eceng Gondok yang berada di atas permukaan Sungai Musi tersebut menumpuk, hingga menyebabkan aliran air di sungai yang sebagai sarana Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) itu tersumbat. (Baca : Pagi Tadi, Warga Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kepahiang Ini Dikejutkan Dengan…)

Dari penelusuran RedAksiBengkulu.co.id, Eceng Gondok tersebut terlihat tumpah ruah membentang di atas permukaan Sungai Musi tepatnya di gerbang pintu air bendungan (Intake Dam). Hampir seluruh permukaan air di Sungai Musi itu nyaris ditutupi Eceng Gondok. Karena begitu banyaknya Eceng Gondok tersebut, sampai-sampai Eceng Gondok tersebut terlihat membentuk ‘daratan’.

Pasalnya, jika seseorang berdiri di atas tumpukan Eceng Gondok itu, maka orang itu tidak akan jatuh ke air atau selayaknya orang itu tegak di atas tanah. Itu dibuktikan, ketika ada petugas yang sedang membersihkan Eceng Gondok berdiri di atas, namun petugas itu serasa memijak daratan. Padahal posisi Eceng Gondok itu berada di tengah-tengah di atas permukaan air Sungai Musi.

Sementara Eceng Gondok sendiri merupakan tanaman yang dianggap sebagai gulma dan pertumbuhannya pun sangat cepat. Terutama bagi air yang yang mengandung nutrien yang tinggi, fosfat, dan potassium (FAO).

Eceng Gondok juga berdampak negatif. Diantaranya, mengganggu lalu lintas transportasi air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih bergantung dari sungai. Dampak lainnya, Eceng Gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat proses pendangkalan serta menurunkan nilai estetika lingkungan perairan.

Anggota DPRD Kepahiang Armin Jaya ketika dikonfirmasi atas kondisi tersebut menegaskan, seharusnya pihak PT PLN (Persero) Pengendali, Pembangkit Sektor Bengkulu (Dalkit SBKL) atau PLTA Musi Ujan Mas itu sudah mengantisipasinya sedini mungkin. Jangan ketika berdampak kepada masyarakat baru mulai bergerak.

Armin Jaya yang notabene berdomisili di desa sekitar aliran Sungai Musi itu meyakini, jika pihak PLTA memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan proporsional. Maksudnya, PLTA dipastikan ada tenaga kerja yang ahli secara teknis dalam menangani siklus air untuk tenaga pembangkit listrik di aliran Sungai Musi tersebut.

“Saya yakin SDM di PLTA itu pintar-pintar. Seharusnya, sebelum kejadian (air sungai meluap merendam desa), secepatnya diantisipasi. Jangan ketika kejadian baru bergerak. Pikirkan juga masyarakat di sekitar aliran sungai. Toh, PLTA juga yang butuh air sebagai tenaga pembangkit listriknya, kan?” kata Armin Jaya.

Dijelaskannya juga, ketika kejadian Desa Air Hitam terendam akibat luapan air sungai, ia langsung menyempatkan diri ke PLTA dan ingin menemui Manajer PT PLN (Persero) Dalkit Sektor Bengkulu guna meminta penjelasan dari PLTA. Sayang, kedatangan Armin Jaya Rabu (3/52017) lalu tak membuahkan hasil.

Gerbang menuju lokasi pintu air bendungan (Intake Dam) yang jaraknya dari kantor PLTA sekitar 2 kilometer. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Tak puas, Armin Jaya pun menuju lokasi pintu air bendungan (Intake Dam) yang jaraknya dari kantor PLTA sekitar 2 kilometer itu guna mengecek kondisi air di pintu air bendungan. Lagi-lagi Armin Jaya tak membuahkan hasil. Justru, aku Armin, ia terkesan tidak diperbolehkan masuk ke lokasi tersebut.

“Saya sudah katakan dengan Satpam di kantor PLTA, tolong sampaikan ke Pak Manajer (Dinda Alamsyah) saya sedang menuju ke sana (lokasi Intake Dam). Apa yang saya dapatkan? Oleh Satpam di lokasi Intake Dam, saya dilarang masuk dan disuruh menunggu di kantor PLTA lagi. Malah saya ‘di-pimpong’ sama satpam PLTA”, kesal Armin.

Armin kembali menjelaskan, dalam mengantisipasi Eceng Gondok agar tidak menyebar ke seluruh permukaan air Sungai Musi, warga dari 3 desa yakni Desa Air Hitam, Tanjung Alam dan Suro Bali sudah menawarkan kerjasama gotong-royong membersihkan Eceng Gondok kepada PLTA beberapa bulan lalu. Namun sampai kini tidak ada tanggapan dari PLTA.

“Kades-kades itu sudah berkoordinasi dengan saya jika mereka telah mengusulkan proposal gotong royong membersihkan Eceng Gondok. Maksud dari kerjasama itu, warga dari desa itu siap menyumbang tenaga untuk gotong-royong, sementara PLTA menyiapkan sedikit pendanaan untuk operasional pembersihan Eceng Gondok. Tapi nyatanya, tidak juga ada geraknya dari PLTA”, demikian Armin.

 

Polsek Ujan Mas Tinjau Intake Dam

Di sisi lain, pasca Anggota DPRD Kepahiang Armin Jaya mendatangi PLTA Ujan Mas, sore harinya di hari yang sama, Polsek Ujan Mas meninjau lokasi Intake Dam. Peninjauan dipimpin langsung oleh Kapolsek Ujan Mas Iptu Aswani Kuncoro.

Selain memantau kondisi pintu air dan debet air di bendungan tersebut, pihak polsek juga memantau petugas PLTA yang sedang membersihkan Eceng Gondok di atas permukaan air itu secara manual. Terlihat petugas sedang membersihkan dengan bambu panjang menyingkirkan Eceng Gondok ke tepian sungai.

 

Berita Terkait :

Malam Ini, Warga Desa Air Hitam Kepahiang Tidak Boleh Tidur Nyenyak Karena Khawatir….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here