Pagi Tadi, Warga Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kepahiang Ini Dikejutkan Dengan…

0
65

Laporan : Aji Asmuni

Akses jalan utama desa yang juga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. (Foto : Dok. Desa)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG –  Sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu (3/5/2017), warga Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, dikejutkan dengan meluapnya Sungai Air Hitam dan Sungai Air Lanang. Sehingga jalan utama desa tersebut sempat terendam banjir setinggi 50 cm atau selutut orang dewasa. Air luapan itu juga menggenangi beberapa rumah warga.

Kepala desa setempat, Arfan Tauzi mengatakan, banjir itu akibat luapan air sungai yang mengelilingi desanya. Sebagaimana desanya itu dikelilingi Sungai Air Hitam dan Sungai Air Lanang. Lanjutnya, air kedua sungai itu meluap juga dipicu oleh meluapnya air dari sungai besar, yakni Sungai Musi.

“Air di Sungai Air Lanang dan Sungai Air Hitam ini tidak mungkin meluap jika air di Sungai Musi tidak besar. Dengan kondisi (banjir) seperti ini, itu artinya air di Sungai Musi sangat besar sehingga masuk ke aliran sungai kecil”, terang Arfan, di kediamannya.

Kepada RedAksiBengkulu.co.id Arfan menambahkan, penyebab meluapnya Sungai Musi itu diduga karena adanya pembendungan aliran di hilir sungai. Sehingga aliran terhambat dan berdampak meluap ke sungai-sungai kecil. Debet air yang kian meninggi, akhirnya di sungai-sungai kecil itu pun meluap lagi hingga ke rumah-rumah warga dan jalanan.

“Kejadian ini untuk ketiga kalinya setelah adanya pembangunan bendungan. Untung saja kejadian pagi ini cepat ditindaklanjuti. Jika tidak, tidak menutup kemungkinan desa kami akan terendam lebih lama dan lebih dalam. Karena jika dilihat dari kondisi geografis, letak desa kami ini sejajar dengan permukaan Sungai Musi”, demikian Arfan.

 

Berikut foto-foto pemandangan pagi tadi di Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang ;

 

Luapan air Sungai Musi jadi tontonan warga setempat. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)

 

Pekarangan rumah warga yang terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here