Kapal ‘Terparkir’, Stok Gas, Elpiji Menyusut, Listrik Padam. Alamat Warga Pulau Enggano Akan….

0
68

Laporan : Firdaus

Kapal Sabuk Nusantara 52 di Pelabuhan Enggano. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Jaringan listrik di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, mulai Sabtu (29/4/2017) ini, terpaksa dilakukan pemadaman. Soalnya pembangkit listrik di pulau terluar Provinsi Bengkulu itu tidak bisa beroperasi. Kondisi ini diperburuk lagi dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), dan gas elpiji sejak 2 minggu ini mulai menyusut.

Ini karena sejak 2 bulan lalu, Kapal Perintis Sabuk Nusantara yang melayani penyeberangan dari Kota Bengkulu ke Pulau Enggano tidak merapat.  Sehingga seluruh kebutuhan vital di pulau tersebut nyaris lumpuh total.

“Seluruh kebutuhan pokok kami terhambat. Mulai dari stok gas, sudah dua minggu ini habis. BBM sudah 1 minggu kehabisan stok”, kata Kepala Desa Apoho Kecamatan Enggano, Reddy Heloman.

Reddy melanjutkan, ketika ia mencari tahu informasi soal apa kendala transportasi laut itu, kenapa Kapal Ferry tidak mengangkut BBM ke Pulau Enggano ? Ternyata disebut-sebut jika subsidi angkutan BBM belum dibayarkan Pemkab Bengkulu Utara.

“Kami juga sebenarnya tidak tahu persis seperti apa ril permasalahannya. Tapi yang saya dengar-dengar, tidak adanya pasokan keperluan dari Pertamina ke Pulau Enggano ini, informasinya karena belum adanya pembayaran uang kontrak dari Pemkab ke Pertamina untuk biaya pengangkutan alias subsidi,” bebernya.

Di sisi lain, menanggapi soal terpaksa berhentinya pembangkit listrik di Enggano lantaran stok BBM yang kosong, Manager PT PLN (Persero) Rayon Argamakmur, Andriyani menjelaskan, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak. Meski PLN memiliki tanki sendiri untuk persediaan dan armada tanki angkutan BBM, namun tetap saja tidak bisa menyelesaikan persoalan karena memang sarana transportasi laut sudah 2 bulan tidak masuk ke Enggano.

“Kami akan mencoba solusi lain. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya”, kata Andriyani.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Utara, Siti Qori’ah Rosydiana ketika dikonfirmasi mengaku sangat menyayangkan dengan tidak beroperasinya kapal perintis tersebut. Padahal pihaknya sudah mempersiapkan elpiji dalam jumlah yang cukup untuk dikirim ke Kecamatan Enggano.

“Akibat tidak adanya transportasi untuk mengangkut stok gas ke Enggano, semuanya tidak bisa diangkut ke sana (Enggano)”, kata Siti.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Bengkulu Utara, Eka Hendriyadi yang bertanggungjawab soal transportasi laut untuk keperluan masyarakat Enggano justru malah mempersilakan awak pers pertanyakan hal ini ke pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bengkulu.

“Saya sekarang sedang pendidikan di Jakarta. Soal tidak masuknya Kapal Perintis, sebaiknya tanyakan ke pihak ASDP, apa penyebabnya,” begitu kata Eka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here