Bumi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sebatas Konsep Pelestarian Semata

0
60

Laporan : Tata Riri

Ratusan pelajar dari SMP Negeri 7 Kota Bengkulu bersama WALHI Bengkulu, HMI Cabang Bengkulu dan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Kota Bengkulu menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Memperingati Hari Bumi Sedunia, ratusan pelajar dari SMP Negeri 7 Kota Bengkulu menanam pohon. Kegiatan itu diprakarsai oleh sejumlah komunitas dan Organisasi Kepemudaan (OKP), seperti WALHI Bengkulu, HMI Cabang Bengkulu dan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Kota  Bengkulu.

Dalam aksi itu, sedikit 500 bibit pohon jenis Cemara Laut dan Ketaping, siap ditanam peserta, Sabtu (22/4/2017). Lokasi penanaman adalah Pantai Jakat, yang notabene menjadi destinasi wisata Kota Bengkulu yang kini telah mengalami abrasi.

Kordinator aksi, Restu Ernanda mengatakan, Bumi membutuhkan aksi nyata dari manusia, khususnya dari masyarakat Bengkulu dan bukan semata konsep–konsep belaka. Bumi membutuhkan sentuhan masyarakat untuk dilestarikan. Restu berharap, aksi tanam bibit pohon ini dapat berguna dan bermanfaat ke depannya sehingga Pantai Jakat tidak mengalami abrasi.

“Kita tidak hanya bicara konsep ke depan, tapi aksi nyata. Apa yang bisa kami berikan kepada Bumi? Dengan menanam pohon, setidaknya pohon-pohon itu kelak tumbuh dan dapat menahan abrasi Pantai Jakat. Sehingga gelombang laut pasang tidak sampai ke pemukiman warga”, ujar Restu yang juga Kepala Bidang HAM dan Lingkungan Hidup, HMI Bengkulu ini.

Ditanya kenapa mengajak pelajar SMPN 7, Restu menjawab, karena ia dan rekan-rekan lainnya ingin mengajarkan kepada para pelajar bagaimana mencintai lingkungan sekitar. Serta pembentukan mindset remaja agar ke depannya mereka mencintai bumi dan melestarikannya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Anggota Mapetala, Ofet A. Putra mengungkapkan, pohon yang sudah ditanam itu tumbuh besar dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kelaknya.

“Kami juga akan bersih – bersih di sekitar Pantai Jakat. Karena seperti yang dilihat saat ini, sampah di Pantai Jakat itu sangat menumpuk. Banyaknya sampah yang bertebaran di Pantai Jakat terang juga menimbulkan keprihatinan kami”, demikian Ofet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here