Koalisi Peduli Agraria Bengkulu Partisipasi Tolak Pabrik Semen Di Rembang Jawa Tengah

0
59

Laporan : Tata Riri

Koalisi Peduli Agraria Bengkulu berpartisipasi menyatakan sikap tolak pembangunan Pabrik Semen di Rembang Jawa Tengah. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co,id, BENGKULU – Penolakan pembangunan Pabrik Semen di Kecamatan Kendeng, Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah yang masih bergulir, membuat Koalisi Peduli Agraria Bengkulu memberikan pernyataan sikapnya yang dibalut dengan pagelaran seni di Segara Coffee, Sabtu (15/4/2017) siang.

Koalisi Peduli Agraria Bengkulu yang terdiri dari beberapa komunitas dan elemen mahasiswa, seperti Walhi Bengkulu, HMI Cabang Bengkulu, AMAN Bengkulu, KPRI Bengkulu, Mapetala UNIB, BEM Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Pemuda Katolik Cabang Bengkulu, memberikan pernyataan sikap mereka untuk menolak pembangunan Pabrik Semen di Rembang, Jawa Tengah yang dinilai dapat merenggut kesejahteraan para petani Rembang.

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Bengkulu, Awang Konaevi mengatakan, pembangunan Pabrik Semen akan mengeksploitasi Pegunungan Kendeng dan akan berdampak sangat tidak ramah dengan para petani di wilayah sekitar Kendeng. Serta kegiatan tambang semen akan mempersempit ruang kelola masyarakat atas tanahnya, seperti yang dirasakan oleh petani Rembang saat ini.

“Pembangunan Pabrik Semen itu jelas telah melanggar RTRW nasional dan hanya akan merusak sawah milik petani serta merusak Karst di Pegunungan Kendeng”, ujarnya. 

Ditambahkannya, kegiatan tambang semen akan merusak Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih yang menopang kebutuhan air bagi petani.

“Ada sekitar 153.402 petani di Pegunungan Kendeng yang membutuhkan air untuk mengaliri sawahnya dari CAT Watuputih. Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 26/2011, CAT Watuputih merupakan CAT yang perlu dilindungi dan dilestarikan”, tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dinilai telah berpihak kepada pemerintah dan perusahaan dan mengesampingkan keinginan para petani agar tidak ada pengrusakan terhadap Pegunungan Kendeng. Harapannya, Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah mencabut SK Gubernur Jawa Tengah  Nomor 660.1/17 Tahun 2002 terkait Izin Lingkungan atas PT. Semen Indonesia di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here