Manajer PLN Rayon Argamakmur Akui MoU dengan Pemkab Bengkulu Utara Masih Direvisi

0
78

Laporan : Firdaus

Ilustrasi Lampu Jalan. (Foto : net)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Terkait kesepakatan kerjasama tentang penagihan rekening listrik untuk lampu jalan yang menjadi Pajak Penerangan Jalan (PPJ), antara Pemkab Bengkulu Utara (BU) dengan PT. PLN (Persero) yang diketahui selesai kontraknya Desember 2016, diakui PT. PLN Rayon Argamakmur belum direvisi dan masih dalam proses.

“MoU (Memorandum of Understanding) nya masih proses revisi. Tapi itu merupakan wewenang PLN Area Bengkulu”, kata Manajer PLN Rayon Argamakmur Andriyani, Senin (10/4/2017).

Terkait penagihan selama di 2017 atau sudah berjalan 4 bulan ini tanpa kejelasan kerjasama secara tertulis, Andriyani menjawab, jika kesepakatan itu dinilainya hanya sebatas komitmen secara tertulis. Sementara selama ini komitmen antara PLN dengan Pemkab Bengkulu Utara sudah terjalin sejak lama.

“Kerjasama Pemkab dengan kami (PLN) lancar saja. Kesepakatan itu masih dalam proses dan saya rasa tidak ada masalah karena ini cuma persoalan administrasi”, jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Andriyani, penagihan yang dilakukan PLN sudah dilakukan secara maksimal. Sedang terkait PPJ 10 persen, masuk secara otomatis ke kas daerah setiap transaksi pembayaran rekening listrik. Hanya saja, tunggakan yang kini sudah mencapai Rp 6,8 miliar itulah yang membuat pihaknya harus ekstra menagih.

“Makanya terkait kesepakatan PLN dengan Pemkab itu, salah satu fungsinya agar Pemkab mensosialisasikan agar masyarakat melunasi tagihan listrik sehinga menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah)”, demikian Andriyani.

 

Berita Terkait :

Ini Persoalan Baru Lagi Terkait Pajak Penerangan Jalan di Bengkulu Utara

Tahukah Anda ? Uang dari Pajak Penerangan Jalan Di Bengkulu Utara Hingga Rp 5 Miliar. Kok, Masih Gelap ?

Berikut Pengakuan Bapenda Bengkulu Utara Terkait Pajak Penerangan Jalan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here