Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Bengkulu Diwarnai Aksi Boikot

0
70

Laporan : Tata Riri

Aksi protes yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang menolak keputusan Penyelenggara Pemira Unib lantaran menggugurkan salah seorang Bakal Calon Presiden Mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib), Rabu (29/3/2017). (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Pemilihan Umum Raya (Pemira) di kampus Universitas Bengkulu (Unib) diwarnai aksi boikot oleh sekelompok mahasiswa yang menolak keputusan KPU yang menggugurkan salah seorang Bakal Calon Presiden Mahasiswa (Presma) Unib, Rabu (29/3/2017) sore.

Dede Irawan, Bakal Calon Presma Unib mengatakan, aksi boikot ini merupakan dampak dari ketidakobjektifan KPU sebagai penyelenggara Pemira yang tidak memfasilitasi Bakal Calon Presma Unib yang ingin mendaftar. Mahasiswa Semester 6 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unib ini menyayangkan keputusan KPU yang menggugurkannya sebagai Bakal Calon Presma Unib lantaran belum melengkapi persyaratan.

“Pihak penyelenggara seharusnya bertindak objektif dan berimbang dalam menilai kandidat para Calon Presma UNIB, serta memfasilitasi bakal calon Presma apabila mendapat kendala dalam pendaftaran”, papar Dewan, sapaan Dede Irawan. 

Dewan juga mengatakan, dirinya tidak mendapatkan persetujuan untuk maju menjadi Calon Presma dari Wakil Dekan III FKIP Unib, Agus Santana. Ia juga menilai Wakil Dekan III FKIP Unib ini sengaja menghambat dirinya untuk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Presma Unib karena sebelumnya Dewan pernah melontarkan kritikan terhadap Wakil Dekan III tersebut.

“Pak Wakil Dekan III tidak menandatangani surat keterangan bersih saya dan malah dengan terang-terangan dia tidak bersedia menandatanganinya. Seharusnya sebagai Wakil Dekan III bertindak objektif dan tidak subjektif hanya karena kritikan yang pernah saya sampaikan kepadanya”, ujar Dewan.

Sementara itu, Pengawas Pemira, Handoyo mengatakan, jika memang ada permasalahan terkait pelanggaran-pelanggaran dalam Pemira, dipersilakan untuk melaporkan kepada pengawas. Namun, pihak pengawasa tidak ikut campur dalam permasalahan terkait tidak ditandatanganinya surat keterangan bersih dari Bakal Calon Presma Unib.

“Kami akan mengawasi Pemira sesuai dengan koridornya. Tapi kami tidak memiliki kewenangan terhadap pengambilan keputusan terkait Bakal Calon Presma Unib karena hal tersebut merupakan kewenangan dari penyelenggara”, jelas Handoyo. 

Hingga saat ini, Pemira Unib terancam diundur atau ditunda hingga ada keputusan dan klarifikasi dari KPU Unib. Pemira Unib pada awalnya akan dilaksanakan pada 10 April 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here