Warga Kota Bani Bengkulu Utara Datangi Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Ada Apa Ya? 

0
58

Laporan : Tata Riri

Perwakilan warga Desa Kota Bani Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, Edi Ustadi, yang audiensi di Dinas LHK Provinsi Bengkulu. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu, BENGKULU – Belasan warga Desa Kota Bani Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu mendatangi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu, Rabu (22/3/2017). Kedatangan mereka guna mengadukan dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan aktivitas pertambangan PT Titan Wijaya.

Belasan warga itu datang dengan didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Advokasi Perisai Keadilan Bengkulu (APKB). Mereka pun diterima oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi.

Warga pun langsung memaparkan keluhan mereka terkait abrasi yang disebabkan pengerukan oleh PT Titan Wijaya dan menginginkan Dinas LHK Provinsi Bengkulu segera mengambil sikap atas permasalahan ini supaya tidak meresahkan masyarakat lagi.

Diungkapkan Edi Ustadi, warga Kota Bani yang bertempat tinggal di sekitar kawasan perusahaan selama 25 tahun lalu itu mengeluh sejak adanya pengerukan dan penambangan. Ia pun mengkhawatirkan ancaman abrasi terjadi lagi. Edi juga mengaku, bahwa ia tidak pernah menandatangani persetujuan terkait pendirian perusahaan batubara tersebut, apalagi dilibatkan.

“Sekarang ini kami tidak bisa tidur nyenyak setiap harinya. Bahkan kini lebih dikhawatirkan karena ancaman abrasi. Sering kali kami terbangun dari tidur sampai 5 kali karena dihantui rasa khawatir bencana itu”, kata Edi yang juga pemilik Rumah Makan Pantai Indah. 

Sementara itu, Direktur LBH APKB Jecky Haryanto mengatakan, kedatangannya ke Dinas LHK Provinsi Bengkulu karena diminta warga Kota Bani untuk pendampingan terkait perkara ini. Berdasarkan analisa yang dilakukan LBH APKB, ada beberapa poin penting dari persoalan ini.

Pertama, adanya perbedaan alur masuk. Dalam berkas Amdal kondisi di lapangan yang seharusnya berada di timur, namun kenyataannya berada di barat. Selain itu, dampak abrasi yang signifikan sangat meresahkan bahkan menjadi ancaman bagi masyarakat setempat. Sehingga pihaknya berharap Dinas LHK Provinsi Bengkulu dapat segera menyelesaikan permasalahan ini agar tidak terus merugikan masyarakat.

“Kami siap mengawal dan mempersiapkan berkas-berkas terkait hal ini agar segera ditindaklanjuti Dinas LHK Provinsi Bengkulu. Fokus kami adalah pemindahan alur sesuai Amdal serta memperjuangkan hak warga Kota Bani”, kata Jecky. 

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

Plt Kepala Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan warga Kota Bani namun harus disertai data-data aduan yang lengkap supaya menjadi acuan untuk tindaklanjut di lapangan.

“Kami akan pelajari dan mengevaluasi laporan ini serta menindaklanjuti keluhan warga dengan tinjau lapangan. Apabila nantinya terdapat perbedaan alur, maka kami akan bertindak sesuai aturan”, singkatnya.

Di sisi lain, audiensi sempat memanas karena pihak LBH meminta Dinas LHK Provinsi Bengkulu menunjukkan berkas Amdal PT. Titan Wijaya, namun menurut pihak dinas tidak memiliki berkas tersebut. Sebaliknya, Dinas LHK Provinsi Bengkulu meminta LBH APKB mempersiapkan berkas-berkas dan data aduan agar pihaknya dapat bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here