Mantan Walikota Bengkulu Mangkir Dari Panggilan Penyidik Kejari Bengkulu

0
61

Laporan : Calon Jurnalis 3

RedAksiBengkulu. co.id, BENGKULU – Mantan Walikota Bengkulu yang sekarang menjabat sebagai anggota DPD RI, Ahmad Kanedi, tidak hadir tanpa keterangan dari penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tippikor) Dana Bantuan Sosial (Bansos) di Kota Bengkulu Tahun 2012. Guna kepentingan penyelidikan berikutnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu kembali melayangkan surat panggilan terhadap Ahmad Kanedi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu, I Made Sudarmawan melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Irvon Desvi Putra menyatakan, jika pihaknya sudah melayangkan surat panggilan tersebut sejak pekan lalu untuk dijadwalkan pemeriksaan Selasa (21/3/2017), namun yang bersangkutan tidak hadir.

“Sampai kini kami tidak ada menerima pemberitahuan alasannya tidak hadir. Ahmad Kanedi dipanggil atas kapasitasnya sebagai Walikota Tahun 2012,” katanya.

Pihaknya pun akan berkoordinasi untuk menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap Ahmad Kanedi. Selain itu, penyidik tadi juga sudah memanggil dan memeriksa mantan Sekwan Kota Bengkulu, Selupati dan penerima Dana Bansos, Zamzami.

Diketahui, dugaan kerugian negara pada perkara Dana Bansos Tahun 2012 ini sebesar Rp 8,3 miliar. Sebelumnya, Ahmad Kanedi juga sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejari Bengkulu, namun statusnya gugur lantaran menang dalam Sidang Praperadilan Tahun 2015.

 

Baca Juga :

Putusan Praperadilan Tidak Menghentikan Kasus Dana Bansos Pemkot Bengkulu

Kasus Dana Bansos Kota Bengkulu Sudah Ada Kerugian Negara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here