Kejati Bengkulu Limpahkan Tersangka Korupsi Rumah Sakit Bhayangkara

0
59

Laporan : Calon Jurnalis 3

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Ahmad Fuadi. (Foto : CJ3/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu akhirnya melimpahkan salah satu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau money laundry dana kas di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Jitra, Kota Bengkulu. Tersangka itu adalah mantan Kepala Urusan Keuangan Rumah Sakit Bhayangkara, Bripka Sunoto. Pada perkara ini indikasi kerugian negara berdasarkan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu lebih dari Rp 7,9 miliar.

Diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Sendjun Manulang, melalui Kepala Seksi (Kasi) Penerangan dan Hukum (Penkum) Ahmad Fuadi, pada kasus korupsi yang dilakukan Bripka Sunoto, hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah melimpahkan perkaranya ke Pengadilan Tipikor Bengkulu.

“Berkas perkara berikut barang bukti (BB) dilimpahkan ke pengadilan (Tipikor), sehingga dalam waktu dekat ini hakim akan menjadwalkan hari sidangnya”, jelas Fuadi, Senin (20/3/2017) di ruang kerjanya.

Untuk barang bukti yang dilimpahkan, sambungnya, jumlahnya cukup banyak atau lebih dari 1 kontainer.

“Kasus money laundry-nya juga sudah diusut dan dimasukkan dalam pasal yang didakwakan lantaran dalam pemeriksaan tersangka berbelit-belit saat ditanya kemana aliran dana tersebut”, lanjut Fuadi.

Sedangkan soal pasal yang akan didakwakan terhadap tersangka, lanjut Fuadi, yakni Pasal 2 dan 3, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor junto Pasal 55 KUHP dan Pasal 3, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sebelumnya, Polda Bengkulu sudah menetapkan 3 tersangka dalam kasus ini yaitu, Bripka Sunoto, JI (42) warga Jalan Muara Karang Komplek Pluit Karang Indah Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta dan JO (36) ,warga Komplek Perbanas Blok C Pondok Ranji Ciputat Timur Kota Tanggerang Provinsi Banten.

Kejadian ini terungkap sekitar 19 September 2016 lalu saat pejabat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Urusan Keuangan RS Bhayangkara Bengkulu, Rutin Hayadi, mengetahui jika telah terjadi penarikan uang tunai dari rekening kas RS Bhayangkara sejumlah Rp 7,9 miliar. Penarikan tersebut terjadi sejak Juli hingga 1 September 2016 saat Sunoto masih menjabat sebagai Kepala Keuangan RS Bhayangkara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here