Terdakwa Korupsi Bengkulu Dipinjam Kejati Kepri

0
69

Laporan : Calon Jurnalis 3

Kacabjari Tanjung Batu, Filpan F.D Laia ketika di Kejati Bengkulu. (Foto : CJ3/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu meminjamkan salah seorang terdakwa kasus korupsi, Christopher O Dewabrata, kepada Kejati Kepulauan Riau (Kepri) guna menyelesaikan Kasus Korupsi Proyek Tanggul Urug di Teluk Radang, Tanjungbatu, Kundur, Karimun. Yang mana dalam kasus ini kerugian negara yang dialami berdasarkan hasil audit BPKP dan ahli LPJK yakni lebih dari Rp 3,4 miliar, dari APBD Kepri Tahun 2014 senilai Rp 18 miliar yang juga melibatkan terdakwa.

Peminjaman terdakwa Christopher ini guna dihadirkan Kejati Kepri dalam persidangan kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, lantaran dalam proyek itu Christopher menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Beringin Bangun Utama (BBU) yang merupakan kontraktor proyek. Dalam kasus korupsi ini diketahui terdakwa Christopher juga sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Kepri sejak 2015 lalu.

Kepala Cabang Kejari (Kacabjari) Tanjung Batu, Filpan F.D Laia, saat ditemui di Kejati Bengkulu diketahui bersama Tim Kejati Bengkulu berhasil menangkap Christopher yang juga DPO dari kasus Tipikor yang ada di wilayah yuridiksi Kejati Kepri.

“Kami ke sini berkoordinasi kepada penyidik Kejati Bengkulu untuk membawa Christopher, ke Kejati Kepri. Namun, karena terdakwa di sini (Kejati Bengkulu) masih menjalani persidangan, maka kami hormati dulu proses tersebut”, ujarnya, Jum’at (17/3/2017) di Kejati Bengkulu.

Disinggung kapan akan membawa Christopher, sambung Filpan, sebagaimana disampaikan dalam rapat koordinasi, bahwa proses sidang yang dijalani Christopher di pengadilan itu sudah masuk pada pemeriksaan saksi A de charge atau saksi meringankan terdakwa.

“Jadi kalau sudah putusan nanti kami akan berkoordinasi lanjut untuk membawa yang bersangkutan ke Kejati Kepri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebelumnya sudah disidang secara in absentia, namun karena diketahui ia sudah ditangkap penyidik Kejati Bengkulu, maka hakim memerintahkan untuk dihadirkan dalam persidangan”, sambung Filpan. 

Masih menurut Filpan, rencananya Chrisropher akan didakwa pasal subsideritas, primiarnya pasal 2, UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Subsidiarnya pasal 3, UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Untuk diketahui, sebelumnya terdakwa Christopher masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Bengkulu sejak Januari 2016 dalam kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Pengendali Banjir (PPB), Balai Wilayah Sungai (BWS) VII, di Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu, tahun 2014 dan ditangkap penyidik pada 4 Februari 2017 lalu, di Jakarta Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here