Perda Retribusi Menara Telekomunikasi di Bengkulu Utara Akan Direvisi. Alasannya …

0
62

Laporan : Firdaus

Ilustrasi : Tower Provider (Foto : net/citiesspeak.org)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bengkulu Utara rencananya akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2013 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi di Bengkulu Utara.

“Direvisi agar kontribusinya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa maksimal”, kata kepala dinas setempat, Kiman Nazardi. 

Sejauh ini, lanjutnya, dari data yang ada, ada 66 unit menara/tower jaringan telekomunikasi yang berdiri di Bengkulu Utara yang mana keseluruhannya milik 4 perusahaan provider,  yakni Provider XL, Indosat, Telkomsel dan Mentari.

“Tower keseluruhan itu masih akan dicek secara rinci termasuk soal perizinannya. Kami berharap usulan revisi perda ini bisa terlaksana dengan baik nantinya, sehingga bisa mendongkrak PAD”, kata Kiman.

Sayang disinggung soal berapa besaran kontribusi retribusi dari menara-menara telekomunikasi tersebut pada tahun lalu, Kiman tidak mengetahuinya. Dijawabnya karena pada tahun lalu penanggungjawab perihal retribusi tower ini dikelola Badan Pendapatan Daerah/Bapenda (dulunya, Dinas Pendapatan Daerah/Dispenda).

“Saya tidak ikut campur soal yang dulu-dulu, karena waktu itu masih wewenang Bapenda. Sekarang ini kami fokusnya ke depan. Bagaimana caranya realisasi pajak ke depannya bisa menggenjot PAD”, demikian Kiman.

Sekedar diketahui, persoalan PAD retribusi ini sempat menjadi kasus yang jadi sorotan publik karena pajak menara telekomunikasi ini disinyalir bukan disetor ke kas daerah dan menjadi PAD, justru malah dugaannya masuk ke kantong pribadi pejabat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here