Selewengkan Raskin, Mantan Ketua DPRD Rejang Lebong Divonis 1 Tahun Penjara

0
66

Laporan : Calon Jurnalis 3

Sidang vonis Mantan Ketua DPRD Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Abu Bakar atas perkara kasus Penggelapan Beras Miskin (Raskin) di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Rabu (15/3/2017). (Foto : CJ3/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu memvonis 1 tahun penjara kepada terdakwa mantan Ketua DPRD Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Abu Bakar, atas perkara kasus korupsi Penyelewengan Beras Miskin (Raskin) Tahun 2016.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Abu Bakar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Abu Bakar dengan pidana penjara selama 1 tahun penjara dan Denda Rp 50 juta dengan ketentuan, apabila tidak dibayar, maka diganti pidana kurungan selama 1 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis hakim, Jonner Manik, di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Rabu (15/3/2017).

Menanggapi vonis hakim, terdakwa Abu Bakar yang dinyatakan telah melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi ini, menyatakan menerima putusan tersebut.

“Terhadap vonis 1 tahun saya anggap ini sudah keputusan Tuhan. Saya terima dan ini pembelajaran bagi saya”, ucap Abu Bakar usai sidang pembacaan vonis. 

Lanjut mantan Ketua DPRD Rejang Lebong ini, ia juga meminta agar pihak berwajib juga mengusut pihak lain yang  terlibat dalam kasus ini, yaitu Camat Binduriang, Furqon.

“Saya minta Camat Binduriang juga diadili. Saya yakin Kapolda Bengkulu yang baru tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum di wilayah Bengkulu,” pintanya.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Zico Junius Fernando menyatakan fikir-fikir atas vonis hakim.

“Selaku pengacara kami fikir-fikir untuk melakukan upaya hukum dan akan memikirkan langkah selanjutnya demi kepentingan klien kami”, ujar Zico.

Selain itu, sambung Zico, pihaknya akan mendorong Polda Bengkulu untuk mengungkap kasus ini secara jelas dan meminta agar orang-orang yang ada kaitannya dalam kasus ini dan selalu disebut dalam persidangan agar segera ditindaklanjuti untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Di sisi lain, majelis hakim juga memvonis yang sama kepada terdakwa Helmi Saputra alias Kemih yang berperan sebagai sopir angkutan Raskin tersebut.

Sedikit mengulas, Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Abu Bakar resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Rejang Lebong dalam kasus Penggelapan Raskin, Senin (24/10/2016). Selanjutnya, terdakwa yang juga Mantan Ketua DPRD Rejang Lebong ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bengkulu, Senin (8/8/2016), atas kasus Penggelapan Raskin sebanyak 18 ton yang ditemukan polisi dalam dua unit truk. Beras tersebut akan dijual ke Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan, dengan harga Rp 8.000/kilogram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here