Rumah Sakit di Bengkulu Utara Ini Banyak Fasilitasnya ‘Dibiarkan’ Tak Berfungsi

0
61

Laporan : Firdaus

RSUD Argamakmur. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Selayaknya rumah sakit hendaknya sarana dan prasarananya harus memadai dan memenuhi standar. Ini demi kenyamanan pasien dan keluarga pasien yang berjaga. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Argamakmur, sebenarnya, sarana dan prasarananya sudah memadai dan memenuhi standar.

Sayang, banyak di antara sarana rumah sakit ini rusak. Sehingga hal itu tentunya baik secara langsung maupun tak langsung, berdampak pada kenyamanan pasien dan keluarga pasien. Bahkan tak sedikit beberapa pasien atau keluarga pasien mengeluh akibat fasilitas di rumah sakit itu banyak tak berfungsi. Diantaranya, WC yang tak bisa digunakan lantaran mampet, lampu padam jebolnya septictank yang tidak kunjung diperbaiki sehingga mengeluarkan udara tak sedap.

Septictank di RSUD Argamakmur yang jebol ini mengeluarkan bau tak sedap dan mengganggu pasien yang berobat. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

Kepada awak pers, pasien yang berasal dari Kecamatan Padang Jaya mengeluh bau busuk dari lubang septictank yang jebol. Ia juga mengeluhkan banyak bola lampu yang putus. Termasuk pintu kamar mandi yang rusak membuat ia terpaksa mengungsi ke kamar mandi lainnya.

“Sudah kami tanyakan ke petugas rumah sakit, tapi katanya (petugas) sabar dulu karena dana untuk memperbaiki semuanya yang rusak harus pengusulan dulu ke Dinas Kesehatan (Bengkulu Utara). Kalau tahu seperti ini mending kami berobat ke rumah sakit lain”, kata pasien bernama Tukinem.

WC di salah satu kamar mandi RSUD Argamakmur yang tidak bisa digunakan karena mampet. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

Dikonfirmasi perihal ini, kepada pers, Kepala Tata Usaha RSUD Argamakmur Hijranita, membenarkan banyaknya fasilitas rumah sakit yang rusak tersebut. Hanya saja, kata Hijranita, pihaknya saat ini belum bisa berupaya maksimal demi pelayanan prima kepada pasien karena terkendala di birokrasi.

“Memang waktu itu pernah ada keluhan dengan fasilitas rumah sakit. Tapi kami sendiri bingung karena tidak bisa berbuat maksimal. Kami cuma bisa menyabarkan pasien atas fasilitas yang banyak rusak itu,” tutur Hijranita.

Dipaparkannya lagi, manajemen RSUD Argamakmur tidak seperti manajemen sebelumnya. Yang mana sebelumnya, dalam hal keuangan rumah sakit selalu standby jika adanya kebutuhan mendadak bisa disegerakan tindaklanjutnya. Namun kali ini berbeda.

“Pola (keuangan) yang kini, apa pun itu, kami (rumah sakit) harus mengusulkan terlebih dahulu ke Dinkes supaya bisa ditindaklanjuti. Karena memang sudah sistemnya saat ini begitu. Jadi kepada masyarakat atau pasien/keluarga pasien, harap maklum atas kondisi dan ketidaknyamanan selama ini”, sambungnya.

Hijranita menambahkan, jika ingin membahas persoalan ini lebih lanjut, baiknya pers mengkonfirmasikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Utara. Mengingat, RSUD Argamakmur saat ini menjadi UPTD dibawah naungan Dinkes.

“Ke Dinkes saja kalau mau lebih jelasnya. Kami cuma menjalani operasional yang ada. Soal keuangan, kami sudah tidak tahu menahu lagi karena sudah dikelola Dinkes. Kami cuma bisa bersabar, menunggu dana turun dari Dinke”, demikian Hijranita.

Perubahan prosedur atau sistem pada manajerial rumah sakit ini tertuang dalam regulasi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Dipertegas lagi pada pasal 41, 42, 43 dan 44.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here