Jalan Lintas Barat Nyaris Putus Akibat Maraknya …..

0
20

Laporan : Firdaus

Kepala BPBD Bengkulu Utara, Made Astawa, SP, MM. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Kegiatan penambangan pasir illegal di pesisir pantai jalan lintas barat (jalinbar) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) kian hari kian berdampak pada masyarakat di 4 kecamatan. Yakni, Kecamatan Lais, Batik Nau, Ketahun, dan Putri Hijau.

Itu karena pasir yang kian hari dikeruk kian berkurang. Ditambah lagi, ancaman abrasi air laut yang mengikis dataran di wilayah pantai tersebut kian hari kian mengkhawatirkan. Bahkan kekhawatiran yang terberat adalah ancaman terhadap putusnya jalan lintas barat. Mengingat jalinbar adalah merupakan jalan negara lintas provinsi.

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Utara Made Astawa membenarkan jika Bengkulu Utara dinyatakan kabupaten yang paling rawan bencana terutama di pesisir pantai.

“Ancaman abrasi itu memang semakin hari semakin merambah ke pemukiman warga, bahkan sudah nyaris sampai ke jalan raya,” aku Made. 

Made menambahkan, abrasi terjadi ketika musim kemarau maupun musim hujan. Made juga mengakui bahwa penambang liar merupakan indikator kuat penyebab abrasi.

“Kami berupaya akan membangun penahan/pemecah ombak agar abrasi tidak memakan badan jalan lintas barat. Semoga pemerintah pusat merespon apa yang menjadi program kami ke depannya,” demikian Made. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here